Liputan6.com, Tokyo- Libur panjang Golden Week yang biasanya menjadi momen melepas penat bagi warga Japan tahun ini diwarnai peringatan keamanan yang tidak biasa. Pelaku kriminal dilaporkan mulai meninggalkan metode konvensional dan beralih menggunakan hewan hidup, seperti kepiting hingga kumbang rusa, untuk mengincar rumah kosong.
Modus tersebut dinilai semakin canggih karena memanfaatkan kebiasaan masyarakat modern yang gemar membagikan aktivitas di media sosial. Pelaku diduga meletakkan hewan-hewan yang dianggap tidak lazim ditemukan di lingkungan perkotaan tepat di depan rumah target.
Advertisement
Hewan seperti kepiting krustasea atau kumbang rusa sengaja dipilih untuk memancing rasa penasaran penghuni rumah. Ketika penghuni memotret atau merekam hewan tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial demi mendapatkan perhatian atau respons dari pengguna lain, para pelaku mulai menjalankan aksinya.
Dilansir dari SoraNews24 pada Jumat (8/5/2026), pencuri akan memantau unggahan media sosial menggunakan kata kunci tertentu seperti “kepiting”, “kejutan”, atau tagar lokal yang berkaitan dengan lokasi penemuan hewan tersebut.
Dari unggahan foto atau video, pelaku dapat mengidentifikasi lokasi rumah melalui petunjuk visual maupun koordinat lokasi yang tersimpan dalam unggahan. Informasi itu kemudian dihubungkan dengan akun pribadi pemilik rumah.
Aksi pencurian biasanya tidak langsung dilakukan setelah unggahan diposting. Pelaku justru menunggu hingga pemilik rumah membagikan momen liburan mereka di tempat lain, seperti di pantai atau luar negeri beberapa hari kemudian.
Unggahan tersebut menjadi penanda bahwa rumah dalam keadaan kosong dan dinilai aman untuk dibobol.
Pakar keamanan di Jepang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mengunggah hal-hal aneh yang ditemukan di sekitar rumah mereka.
“Melindungi diri dengan diam adalah tindakan terbaik,” ujar seorang penasihat keamanan setempat.
Ia menambahkan, kemunculan hewan-hewan tersebut kemungkinan bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari upaya pelaku kriminal untuk memetakan target pencurian.