Kondisi Mengenaskan Dua Korban Meninggal Dampak Banjir Parah di Bone

Banjir juga membuat sejumlag fasilitas tak bisa dipakai dan akses di sejumlah ruas jalan terputus.

oleh FauzanDiterbitkan 08 Mei 2026, 14:22 WIB
Banjir di Bone Sulsel (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sejak Kamis malam (7/5/2026) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kota Watampone. Sedikitnya 10 titik terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 0,5 hingga 2 meter, sehingga memaksa tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga sejak Jumat (8/5/2026) dini hari.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 05.40 WITA dan langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Bone ke lokasi terdampak.

"Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik," ujar Andi Sultan.

Banjir merendam permukiman warga, akses jalan, hingga sejumlah fasilitas umum di wilayah Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur. Beberapa ruas jalan juga dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan akibat tingginya genangan air.

Adapun wilayah terdampak meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, hingga Rompe.

 

Kronologi Temuan 2 Korban Meninggal Dunia

Banjir di Bone Sulsel (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Dalam operasi SAR tersebut, tim gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 67 warga dalam keadaan selamat. Namun dua warga dilaporkan meninggal dunia.

Korban pertama perempuan lansia bernama Naima (80). Dia ditemukan meninggal dunia di atas ranjang rumahnya di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, sekitar pukul 07.00 WITA.

"Penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan," kata Sultan.

Sementara korban kedua adalah bocah laki-laki bernama Muhammad Arsan (5) yang tenggelam saat proses evakuasi mandiri dilakukan keluarganya di wilayah Panyula.

"Korban tenggelam saat ayahnya melakukan evakuasi mandiri. Sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dan korban dibawa ke Puskesmas Bajoe, namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga korban dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres Bone, Kodim, Brimob, PSC, Pemerintah Kabupaten Bone, serta masyarakat setempat.

"Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat," tutup Andi Sultan.

Banjir di Bone Sulsel (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya