Strategi PPIH Hadapi Arus Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Dua

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sektor 10 Daerah Kerja Makkah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi penumpukan kedatangan jemaah Haji.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 08 Mei 2026, 14:00 WIB
Kedatangan jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi. (Liputan6.com/Asnida)

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sektor 10 Daerah Kerja (Daker) Makkah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi penumpukan kedatangan jemaah haji gelombang kedua. Salah satunya dengan membagi tim dan menerapkan pola kolaborasi lintas petugas guna mengantisipasi penumpukan.

Langkah itu diterapkan karena pola kedatangan jemaah pada fase kedua dinilai lebih dinamis dibandingkan gelombang pertama.

Pada Kamis, 7 Mei 2026, Sektor 10 menerima kedatangan Kloter JKB 12 dengan jumlah 393 jemaah. Kloter tersebut menjadi rombongan kedua yang tiba di sektor itu pada gelombang kedua.

Sebelumnya, petugas lebih dulu menerima kedatangan kloter PDG 12 sekitar pukul 12.30, waktu Arab Saudi. Jemaah JKB 12 kemudian ditempatkan di Hotel Al-Hidayah Tower 2.

Kepala Sektor 10 Daker Makkah, Akhor Wiwit Sudiono, mengatakan bahwa pola kedatangan jemaah pada gelombang kedua berlangsung lebih padat karena sektor menerima jemaah dari dua jalur sekaligus, yakni dari Madinah dan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

“Gelombang satu berbeda dengan gelombang dua dengan kedatangan yang demikian dinamis,” ujarnya pada tim Media Center Haji di Makkah, Kamis, 7 Mei 2026. “Karena itu, kami bagi tim per kedatangan.”

Akhor menjelaskan, seluruh unsur petugas dilibatkan dalam setiap proses penerimaan jemaah. Pola itu membuat pelayanan tetap berjalan meski kedatangan berlangsung beruntun.

“Ketika kedatangan satu kloter, kita akan berkolaborasi dari semua tim yang ada,” katanya.

Ia mengatakan pola kedatangan gelombang kedua juga sulit diprediksi karena jadwal terus bergerak hingga menit terakhir. Dalam sehari, jumlah kloter yang masuk bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pergerakan jemaah.

“Secara umum kita sampai dengan last minute untuk menerima kedatangan di sektor 10 (sebelum kedatangan ditutup jelang puncak haji),” ujarnya.

 

Beri Perhatian Khusus Jemaah Lansia

Kedatangan jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi. (Liputan6.com/Asnida)

Selain menyiapkan skema pembagian tim, petugas juga memberi perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), jumlah lansia yang tiba di sektor tersebut pada Kamis mencapai 134 orang dengan kategori usia di atas 60 tahun.

“Kami berharap, walau usianya sudah di atas 60 tahun, tetap sehat, tetap semangat, tetap kuat untuk melakukan ibadah haji tahun ini,” katanya.

Petugas juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri terlalu sering beribadah di Masjidil Haram, terutama bagi lansia, risiko tinggi, dan jemaah sakit. Mereka diminta menjaga pola makan, memperbanyak istirahat, dan mengatur aktivitas agar stamina tetap terjaga menjelang puncak haji.

Akhor meminta ketua kloter dan ketua rombongan aktif mengingatkan anggota masing-masing terkait kondisi cuaca dan kepadatan aktivitas di Makkah.

Ia menegaskan, fokus utama jemaah saat ini adalah menjaga kebugaran menjelang pergerakan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah. Karena itu, ibadah sunnah diminta disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jemaah.

 

Evaluasi Harian

Di tengah tingginya intensitas kedatangan jemaah, sektor juga melakukan evaluasi harian terhadap kesiapan petugas. Ia mengatakan, semangat melayani tamu Allah menjadi motivasi utama seluruh personel di lapangan.

Ia menyebut, petugas terus diingatkan bahwa tugas pelayanan haji merupakan bagian dari ibadah. Semangat itu dinilai penting untuk menjaga kekuatan fisik dan mental petugas selama operasional berlangsung.

“Tugasmu ibadahmu, tugasku ibadahku. Selalu menggelora untuk kawan-kawan,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya