Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS, Antam dan Galeri24 di Pegadaian pada Jumat, (8/5/2026) pukul 07.15 WITA, ada yang mengalami koreksi serta kenaikan. Harga emas buatan UBS turun, lalu bagaimana harga emas buatan Antam dan Galeri24?
Mengutip Antara, harga emas buatan UBS dipatok Rp 2.892.000 per gram, turun Rp 2.000 dari perdagangan sebelumnya Rp 2.894.000 per gram. Selain itu, harga emas buatan Antam dibanderol Rp 2.954.000 per gram, melonjak Rp 18.000 dari sebelumnya Rp 2.936.000 per gram. Sementara itu, harga emas buatan Galeri24 ditetapkan Rp 2.833.000 per gram, naik Rp 11.000 dari semula Rp 2.822.000 per gram. Dengan demikian, harga emas Antam alami kenaikan terbesar.
Advertisement
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.
Untuk harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian dari masing-masing produk dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.486.000
- 1 gram: Rp 2.833.000.
- 2 gram: Rp 5.597.000
- 5 gram: Rp 13.889.000
- 10 gram: Rp 27.704.000
- 25 gram: Rp 68.889.000
- 50 gram: Rp 137.668.000
- 100 gram: Rp 275.200.000
- 250 gram: Rp 686.310.000
- 500 gram: Rp 1.372.618.000
- 1.000 gram: Rp 2.745.235.000
Antam
- 0,5 gram: Rp 1.529.000
- 1 gram: Rp 2.954.000
- 2 gram: Rp 5.845.000
- 3 gram: Rp 8.742.000
- 5 gram: Rp 14.534.000
- 10 gram: Rp 29.011.000
- 25 gram: Rp 72.397.000
- 50 gram: Rp 144.711.000
- 100 gram: Rp 289.341.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.564.000
- 1 gram: Rp 2.892.000
- 2 gram: Rp 5.739.000
- 5 gram: Rp 14.182.000
- 10 gram: Rp 28.217.000
- 25 gram: Rp 70.402.000
- 50 gram: Rp 140.515.000
- 100 gram: Rp 280.918.000
- 250 gram: Rp 702.089.000
- 500 gram: Rp 1.402.528.000
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia menguat dalam tiga sesi berturut-turut pada Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga emas dunia didukung meningkatnya optimisme kesepakatan damai akan tercapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran mengenai inflasi dan kemungkinan suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Mengutip CNBC, Jumat, (8/5/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 4.740,42 per ounce setelah mencapai puncak pada dua minggu sebelumnya. Harga emas spot naik 1,2% menjadi USD 4.749,20.
Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 5% menjadi USD 81,19, level tertinggi sejak 17 April. Platinum naik 1,2% menjadi USD 2.085,75, dan paladium menguat 0,1% menjadi USD 1.539,01.
"Jika gencatan senjata bertahan, dan kita dapat mengakhiri perang ini, dan kembali berbisnis seiring selat yang terbuka, saya dapat melihat harga emas mencapai USD 5.000 per ounce,” ujar Analis RJO Futures, Bob Haberkorn.
Ia menuturkan, pasar hanya mengamati situasi di Timur Tengah, serta arah yang dapat dipertimbangkan oleh Federal Reserve.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga turut memprediksi berakhirnya perang dengan Iran dengan cepat. Hal ini saat Iran mempertimbangkan proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan resmi mengakhiri konflik sambil tetap menyisakan tuntutan AS yang belum terselesaikan. Hal ini agar Iran menangguhkan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak terus mengalami penurunan, dengan patokan minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah USD 100 per barel.
Kenaikan biaya energi cenderung mendorong inflasi. Dalam skenario seperti itu, para pembuat kebijakan mungkin kurang cenderung untuk memangkas suku bunga guna menahan tekanan harga. Terlepas dari perannya sebagai lindung nilai inflasi, emas menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil.
Dalam catatan TD Securities menyebutkan, ada jalan menuju harga emas di atas USD 5.200 per ounce setelah konflik dan tekanan inflasi yang didorong oleh minyak mereda.
“Pergeseran kebijakan ke arah mandat lapangan kerja maksimum Fed di kemudian hari, imbal hasil yang lebih rendah, dan dolar AS yang lebih lemah, ditambah dengan meningkatnya permintaan investor dan bank sentral, dapat menghidupkan kembali tren kenaikan,”
Pasar menunggu laporan lapangan kerja bulanan AS pada Jumat untuk menilai bagaimana Fed akan melanjutkan kebijakan moneter tahun ini. Di tempat lain, bank sentral China menambah stok emas untuk bulan ke-18 berturut-turut pada April, menurut data.