Liputan6.com, Padang: Ratusan penari senior di Sumatra Barat berbaur dengan penari yunior di Panggung Teater Utama, Taman Budaya Padang, baru-baru ini. Mereka menampilkan sejumlah tarian dalam rangka In Memoriam Gusmiati Suid, seniman tari asal Sumbar yang meninggal dua tahun silam. Selain para penari senior, peringatan ini juga diperingati oleh anak-anak didik almarhumah dengan menampilkan sejumlah karya.
Boy G. Sakti, anak tertua almarhumah juga ikut menampilkan karya terbarunya "Pematang", yang khusus diciptakan untuk mengenang sang ibu. Karya demi karya Gusmiati ditampilkan. Mulai dari tari "Kasawah" yang diciptakan pada 1974 hingga tari "Layang-Layang" yang diciptakan Gusmiati saat masih kuliah di Akademi Seni Karawitan Indonesia Padang Panjang pada 1975.
Gusmiati adalah seniman yang pernah menerima Bessies Award dari New York Dances and Performance pada 1991. Di akhir acara, murid-murid Gusmiati tampil bersama menarikan "Rantak", karya almarhumah yang mendapat penghargaan dalam Pekan Tari Rakyat Indonesia pada 1978.(DEN/Denni Risman)
Boy G. Sakti, anak tertua almarhumah juga ikut menampilkan karya terbarunya "Pematang", yang khusus diciptakan untuk mengenang sang ibu. Karya demi karya Gusmiati ditampilkan. Mulai dari tari "Kasawah" yang diciptakan pada 1974 hingga tari "Layang-Layang" yang diciptakan Gusmiati saat masih kuliah di Akademi Seni Karawitan Indonesia Padang Panjang pada 1975.
Gusmiati adalah seniman yang pernah menerima Bessies Award dari New York Dances and Performance pada 1991. Di akhir acara, murid-murid Gusmiati tampil bersama menarikan "Rantak", karya almarhumah yang mendapat penghargaan dalam Pekan Tari Rakyat Indonesia pada 1978.(DEN/Denni Risman)