Menteri Olahraga Filipina Dukung Menpora Erick, Sebut Asia Tenggara Bisa Wujudkan Mimpi Besar Olimpiade

Menteri Olahraga Filipina Patrick Gregorio mendukung Deklarasi Bali hasil SEAMMYS 2026 dan menyebutnya sebagai awal mimpi besar Asia Tenggara.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 07 Mei 2026, 14:28 WIB
Foto dok. Humas Kemenpora

Liputan6.com, Jakarta - SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 yang digelar perdana di The Meru, Bali, resmi berakhir dengan lahirnya Deklarasi Bali. Kesepakatan ini menjadi pijakan bersama negara-negara Asia Tenggara dalam pengembangan sektor pemuda dan olahraga di kawasan.

Sebanyak 11 negara peserta SEAMMYS 2026 sepakat terhadap enam poin utama yang tercantum dalam Deklarasi Bali. Para delegasi menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Asia Tenggara di panggung internasional, khususnya melalui sektor olahraga dan kepemudaan.

Filipina Dukung Transformasi Ekosistem Olahraga Asia Tenggara

Foto dok. Humas Kemenpora

Menteri Olahraga Filipina, Patrick Gregorio, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dalam mendorong lahirnya Deklarasi Bali. Menurutnya, Asia Tenggara perlu melakukan transformasi ekosistem olahraga agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan.

Gregorio menilai salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah meningkatkan standar penyelenggaraan SEA Games agar sejajar dengan event olahraga kelas dunia.

“Filipina mendukung Deklarasi Bali dan siap bekerja sama dengan mitra-mitra kami di Asia Tenggara untuk meningkatkan posisi kawasan ini di kancah global, dengan memanfaatkan pariwisata olahraga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, serta diplomasi olahraga demi terjalinnya hubungan baik dan perdamaian,” ujar Patrick Gregorio.

Deklarasi Bali Disebut Jadi Awal Mimpi Besar Asia Tenggara

Foto dok. Humas Kemenpora

Gregorio sepakat dengan pernyataan Menpora Erick bahwa bahwa olahraga harus dipandang sebagai investasi, bukan pengeluaran sia-sia tanpa hasil. Sehingga mengupayakan transformasi SEA Games berarti investasi untuk menghadirkan ekosistem olahraga yang lebih kuat dengan hasil prestasi dan pertumbuhan ekonomi.

SEA Games yang berkualitas dapat menarik investasi yang lebih besar, menghasilkan nilai sponsor, menciptakan peluang kerja, serta memperkuat pariwisata olahraga.

“Kami menegaskan bahwa berinvestasi pada generasi muda terutama dalam hal kreativitas, kemandirian, dan potensi mereka, tetap menjadi prioritas strategis utama kami. Melalui olahraga, kami memberdayakan kaum muda dengan disiplin, dan memastikan kebangkitan generasi muda Filipina seiring dengan bangkitnya Asia Tenggara di panggung dunia,” imbuh Gregorio.

Gregorio yakin Deklarasi Bali adalah awal mimpi besar Asia Tenggara untuk maju menunjukkan dominasi di pentas Olimpiade.

“Mari kita bangun mimpi-mimpi baru bersama sebagai satu kawasan, dan menjadi tuan rumah bagi dunia sebagai satu komunitas. Ketika tiba saatnya Asia Tenggara menyambut Olimpiade sebagai satu bangsa, maka itu akan menjadi salah satu kisah terhebat yang pernah ada. Biarlah kisah itu ditulis oleh kita dan menjadi milik kita semua,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya