Bocoran Stimulus Ekonomi Purbaya, ASN Ikut Kebagian

Menkeu siapkan stimulus baru: Gaji ke-13 ASN hingga insentif 200 ribu kendaraan listrik mulai Juni 2026 demi percepat pertumbuhan ekonomi dan manufaktur.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Mei 2026, 11:20 WIB
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan tugas dinasnya di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2019). PNS kembali berdinas di masing-masing instansinya pada hari pertama kerja usai libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bocoran mengenai stimulus ekonomi yang akan dijalankan pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Ada sejumlah stimulus ekonomi yang sedang disiapkan oleh pemerintah. Termasuk rencana pemberian gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN). Ada pula insentif bagi 200.000 kendaraan listrik yang disebut akan mulai berjalan Juni 2026.

"Kita masih pikirin, gaji ketiga belas dan lain-lain," kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Kamis (7/5/2026).

Di sisi lain, dia memastikan adanya kemudahan bagi para pengusaha. Misalnya, akses pembiayaan bagi perusahaan di sektor manufaktur untuk menunjang kinerjanya kedepan.

"Tapi utamanya kita pastikan nanti sektor manufaktur dan sektor swasta bisa bergerak lebih cepat dibanding kemarin-kemarin," ujarnya.

Pembiayaan akan diberikan salah satunya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada sektor yang berorientasi ekspor. "Kita akan pastikan mereka dapat financing yang cukup kalau mereka butuh. Tapi kalau prospeknya jelek ya enggak akan kita kasih," tegas dia.

 

Purbaya Siapkan Insentif 200 Ribu Kendaraan Listrik

PLN memastikan SPKLU siap melayani dan memudahkan untuk masyarakat menggunakan mobil listrik selama periode mudik Lebaran 2023. (Dok PLN)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik yang ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026.

Insentif tersebut rencananya diberikan untuk 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik. Namun, Purbaya menegaskan skema tersebut masih akan dilaporkan lebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kira-kira 100.000 mobil, 100.000 motor. Ini mesti lapor lagi ya. Ini rencana kita terdekat sementara ini. Kan saya harus lapor ke Presiden juga,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, Presiden Prabowo meminta percepatan penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui peralihan penggunaan kendaraan berbasis listrik.

 

Bisa Tambah Kuota

PLN memastikan SPKLU siap melayani dan memudahkan untuk masyarakat menggunakan mobil listrik selama periode mudik Lebaran 2023. (Dok PLN)

Purbaya memastikan anggaran negara dinilai cukup untuk mendukung program tersebut. Bahkan, pemerintah membuka peluang penambahan kuota jika alokasi awal habis terserap pasar.

“Sudah kita hitung. Sudah cukup. Kalau itu habis, kita kasih lagi. 100 ribu lagi,” katanya.

Ia mengatakan stimulus kendaraan listrik ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026. Namun, skema final masih dibahas pemerintah.

“Harusnya Juni. Tapi saya mesti lapor dulu. Ini kan kita menjalankan petunjuk Bapak Presiden. Tapi kan belum matang, ini masih didiskusikan. Tapi kira-kira arahnya ke sana,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya