Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif meski muncul potensi penurunan di sejumlah sektor industri, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Purbaya, secara agregat kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
Advertisement
“Secara agregat masih bagus. Kalau satu perusahaannya saya enggak tahu, saya mesti lihat case by case,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pelemahan yang terjadi di beberapa perusahaan atau sektor tertentu belum tentu mencerminkan kondisi keseluruhan ekonomi nasional. Sebab, di saat ada sektor yang melemah, sektor lain justru masih tumbuh positif.
“Tapi kalau secara agregat masih bagus. Artinya kalau itu yang jatuh, maksudnya ada tempat lain yang tumbuh,” katanya.
Bakal Pelajari
Sebelumnya, Purbaya juga menyatakan akan mempelajari lebih lanjut informasi terkait potensi PHK di sejumlah industri. Namun, ia memastikan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar bergerak lebih cepat.
“Saya akan pelajari. Saya akan dorong lagi pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat,” ujar dia.
Menurut Purbaya, kondisi naik-turun perusahaan merupakan hal yang biasa dalam dunia usaha. Karena itu, pemerintah akan melihat kondisi industri secara lebih luas dan berimbang.
“Tapi kalau masalah perusahaan jatuh bangun, selalu ada. Yang saya akan lihat adalah net-nya seperti apa. Lima jatuh, ada yang bangkit enggak? Anda kan nggak lihat perusahaan baru berapa,” ucapnya.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I 2026 seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memunculkan lebih banyak perusahaan baru.
“Harusnya kalau pertumbuhan ekonomi cepat 5 poin kayak kemarin itu harusnya ada penciptaan lapangan kerja baru dan banyak perusahaan-perusahaan baru yang timbul,” jelasnya.
Tetap Ada Stimulus Ekonomi
Selain itu, pemerintah juga memastikan stimulus ekonomi tetap dijaga agar dunia usaha terus bergerak.
“Tapi kan yang saya pastikan adalah stimulus di ekonomi cukup, likuiditas di ekonomi cukup, dorongan pemerintah ke perekonomian cukup, dan kita perbaiki terus kondisi bisnis di sini,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada sektor otomotif dan tekstil agar tetap kompetitif di tengah tantangan global.
“Tekstil kita sudah panggil. Industrinya nanti kita perkuat, apalagi kan ke Amerika kalau perjanjian jadi kita bisa ekspor hampir nol tarif. Kita perkuat saja industri tekstilnya,” ujar Purbaya.