Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jemaah haji Indonesia gelombang 2 mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan jemaah siap melaksanakan umrah wajib setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah tanpa terkendala proses miqat di perjalanan.
Advertisement
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir menjelaskan, jemaah gelombang 2 memiliki pola kedatangan berbeda dengan gelombang 1 yang lebih dulu tiba di Madinah.
Ia menyebut, jemaah yang mendarat di Jeddah harus sudah dalam kondisi siap berihram karena langsung diarahkan ke Makkah.
"Jemaah turun di Jeddah sudah dalam kondisi berihram, kemudian petugas akan mengingatkan kembali untuk niat dan memastikan syarat sahnya," ujar Abdul Basir pada tim Media Center Haji di Madinah, Selasa 5 Mei 3026.
Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Bandara, Anis Dyah menuturkan, pesawat dari Indonesia menuju Jeddah melintasi titik miqat di Yalamlam dengan kecepatan tinggi, sehingga berpotensi menyulitkan jemaah jika harus mengenakan ihram atau berniat tepat di titik tersebut.
"Kalau menunggu di pesawat saat melintasi Yalamlam, dikhawatirkan terlewat karena pesawat melaju sangat cepat," kata Anis.
Status Ihram Baru Berlaku Setelah Niat
Anis menegaskan penggunaan ihram sejak dari Indonesia tidak otomatis membuat jemaah masuk dalam kondisi ihram secara syariat. Status ihram baru berlaku setelah niat dilafalkan, sehingga selama penerbangan jemaah masih memiliki kelonggaran dalam berpakaian.
"Selama belum niat, jemaah laki-laki masih boleh memakai celana di dalam kain ihram, memakai jaket, kaus kaki, bahkan menggunakan wewangian," terang dia.
Anis menambahkan, kain ihram dapat difungsikan sebagai pelindung tubuh dari udara dingin kabin dengan cara diselimutkan. Ia juga menekankan pola ini tidak melanggar ketentuan karena larangan ihram belum berlaku sebelum niat diucapkan.
Setibanya di Bandara Jeddah, tim bimbingan ibadah akan memandu jemaah melafalkan niat ihram, baik di bandara maupun saat mendekati miqat. Petugas juga akan memastikan kebersihan dan kesucian jemaah sebelum niat dilakukan.
"Jika di perjalanan jemaah sempat ke kamar kecil atau terkena najis, cukup bersuci kembali, berwudu, lalu berniat," ucap Anis.
Petugas juga akan mengingatkan jemaah perempuan untuk menyesuaikan ketentuan ihram, seperti melepas cadar dan sarung tangan sebelum niat. Setelah niat diucapkan, seluruh larangan ihram mulai berlaku dan harus dipatuhi.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan petugas lintas fungsi di bandara untuk memastikan seluruh jemaah memahami tahapan ini dan tidak melewatkan miqat.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar proses berihram berjalan tertib dan jemaah dapat langsung melaksanakan umrah wajib setibanya di Makkah.