WHO Duga Korban Hantavirus di Kapal Hundius Sudah Terinfeksi Sebelum Berlayar

Berdasarkan laporan dari WHO, ada tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat Hantavirus.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 06 Mei 2026, 16:02 WIB
Sementara, virus Hanta, patogen mematikan yang umumnya berasal dari hewan pengerat, dikonfirmasi muncul di atas kapal tersebut. Tampak dalam foto, sebuah perahu ambulans mendekati pintu kemudi di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius, saat kapal tersebut berhenti di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada Selasa 5 Mei 2026. (Foto oleh AFP)

Liputan6.com, Washington D.C - Para korban hantavirus di kapal Hundius di Samudra Atlantik kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar tersebut, dan penularan antarmanusia di atas kapal tidak dapat dikesampingkan, demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/5/2026).

Menurut WHO, tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Situasinya masih terus berubah, dikutip dari Antara News, Rabu (6/5).

Badan itu menerima laporan wabah hantavirus di kapal Hundius pada 2 Mei. Tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Situasinya masih terus berubah, kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove kepada awak media di Jenewa.

"Satu pasien berada di unit perawatan intensif di Afrika Selatan, meski kami memahami bahwa kondisi pasien tersebut membaik," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dua pasien lainnya, yang masih berada di kapal, sedang dipersiapkan untuk evakuasi medis ke Belanda guna mendapatkan perawatan.

Van Kerkhove menekankan bahwa situasi ini terus dipantau secara ketat. Sebagai langkah pencegahan, para penumpang diminta untuk tetap berada di kabin mereka, sementara proses disinfeksi dan langkah-langkah kesehatan masyarakat lainnya dilakukan.

"Rencananya, dan prioritas utama kami adalah mengevakuasi secara medis kedua individu tersebut" untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan, dan tidak ada pasien lain yang menunjukkan gejala di atas kapal, ungkapnya.

Kapal tersebut dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol, dan WHO bekerja sama dengan otoritas Spanyol "untuk melakukan penyelidikan epidemiologis secara menyeluruh serta disinfeksi penuh terhadap kapal itu," tambahnya.

 

Dugaan Penyebaran Virus

149 penumpang dan kru masih berada di atas kapal dan diisolasi di dalam kabin masing-masing sementara proses disinfeksi dilakukan. Tampak dalam foto, pemandangan udara sebuah kapal ambulans yang membawa awak yang mengenakan pakaian pelindung bahan berbahaya (hazmat suit) saat mereka mendekati pintu kemudi di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius, ketika kapal tersebut berhenti di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada Selasa 5 Mei 2026. (Foto oleh AFP)

Hantavirus dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia. Diperkirakan ribuan kasus infeksi terjadi setiap tahun. Orang-orang biasanya terinfeksi melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau urine, kotoran, atau air liurnya.

Terkait dugaan asal-usul virus tersebut, Van Kerkhove mengatakan pasien awal, sepasang suami istri, naik ke kapal di Argentina.

"Dengan mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus yang bisa berkisar antara satu hingga enam pekan, asumsi kami adalah mereka terinfeksi di luar kapal," ujarnya.

"Kami meyakini kemungkinan ada penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat", seperti pasangan suami istri dan orang lain yang berbagi kabin, sebutnya.

Menurut WHO, penularan hantavirus antarmanusia tergolong jarang terjadi, tetapi penyebaran terbatas pernah dilaporkan di antara kontak dekat pada wabah sebelumnya dari virus Andes, yang merupakan bagian dari kelompok hantavirus.

Tidak ada pengobatan khusus untuk hantavirus selain perawatan suportif. "Biasanya, orang akan mengalami gejala pernapasan, sehingga dukungan pernapasan sangat penting," imbuh Van Kerkhove.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya