Liputan6.com, Tel Aviv - Kepala Angkatan Udara Israel yang baru, Mayor Jenderal Omer Tischler, menyatakan kesiapan negaranya untuk mengerahkan seluruh armada jet tempur menghadapi Iran jika situasi menuntut. Pernyataan tersebut disampaikan pada 5 Mei 2026 dalam upacara serah terima jabatan pimpinan angkatan udara.
Dalam pidatonya, Tischler menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di Iran secara intensif. Ia menyebut Angkatan Udara Israel siap bergerak ke arah timur kapan pun diperlukan sebagai respons terhadap potensi ancaman.
Advertisement
“Kami memantau dengan cermat perkembangan di Iran dan siap mengerahkan seluruh angkatan udara ke timur jika diperlukan,” ujarnya, dikutip dari laman Straits Times, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan itu muncul beberapa minggu setelah tercapainya gencatan senjata yang masih rapuh dalam konflik kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut memanas setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan bahwa militer Israel saat ini berada dalam kondisi siaga tinggi di seluruh lini. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap merespons dengan kekuatan penuh terhadap setiap ancaman yang berpotensi membahayakan negara.
“Militer siap menanggapi dengan kekuatan terhadap setiap upaya untuk membahayakan Israel,” kata Zamir.
Omer Tischler, yang lahir pada 1975 di wilayah utara Israel, merupakan perwira karier di dunia penerbangan militer. Ia meniti karier sebagai pilot tempur sebelum menduduki berbagai posisi komando hingga akhirnya dipercaya memimpin Angkatan Udara Israel, menggantikan Mayor Jenderal Tomer Bar.
Sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, Angkatan Udara Israel tercatat melakukan operasi udara secara intensif di berbagai wilayah konflik, termasuk Gaza, Lebanon, dan Iran. Operasi tersebut menjadi bagian dari respons militer Israel terhadap eskalasi keamanan di kawasan.