Garin Nugroho Bahas Regenerasi Film Indonesia, Buka Ruang untuk Gagasan Autentik Para Sineas Muda

Garin Nugroho menyorot pentingnya regenerasi para aktor maupun sineas Indonesia. Salah satunya lewat workshop dan kompetisi film untuk talenta baru.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 05 Mei 2026, 08:00 WIB
Garin Nugroho menyorot pentingnya regenerasi para aktor maupun sineas Indonesia. Salah satunya lewat workshop dan kompetisi film untuk talenta baru. (Foto: Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Garin Nugroho menyorot pentingnya regenerasi para aktor maupun sineas Indonesia. Karenanya, dibutuhkan wadah untuk berkumpul, bertukar pikiran, serta membuka jalan bagi individu yang tertarik mengembangkan diri di industri film Tanah Air. Mengingat, ada banyak profesi dalam ekosistem film Indonesia dari penulis cerita dan naskah, sutradara, produser, editor, desainer produksi, sinematografer, hingga digital creator.

Wadah ini diharapkan menjelma ruang untuk menampung gagasan autentik para sineas muda. Melansir pemberitaan Kapanlagi.com, Senin, 4 Mei 2026, Garin Nugroho menyampaikan ini dalam sesi peluncuran program LA Indie Movie yang akan digelar di Jakarta (13-14 Juni 2026) dan Yogyakarta (20-21 Juni 2026). Setelah vakum 6 tahun akibat pandemi Covid-19, ajang ini datang lagi dengan konsep lebih modern dan visioner karena menyajikan tantangan baru bagi para peserta yang tertarik menuangkan ide, mengasah kemampuan serta berkreasi di dunia film.

Peserta bisa ikut workshop, kelas, dan mentorship khusus dengan para pakar terpilih untuk membahas cara menavigasi karier di industri film. Narasumber dalam sesi workshop pun beragam dari seniman senior hingga talenta muda yang lagi naik daun. Para seniman ini akan mengupas topik menarik serta berbagi pengalaman. Pesatnya perkembangan teknologi global juga akan diulas lewat topik kecerdasan buatan.

“Wadah seperti LA Indie Movie sangat penting untuk regenerasi perfilman Indonesia dan juga menjadi ruang lahirnya karya dengan gagasan yang autentik dari sineas muda,” kata Garin Nugroho.


Workshop dan Kompetisi Film

Joko Anwar. (Foto: Dok. Istimewa)

“Melalui rangkaian workshop dan kompetisi, wadah ini memberi bekal keterampilan serta membuka kesempatan masuk ke industri perfilman,” sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku menyambung.

Selain mentorship dan workshop, program ini memberi kesempatan bagi finalis terpilih untuk memproduksi film pendek impian dengan total hadiah hingga Rp400 juta rupiah didampingi para mentor profesional.

 


Lebih dari 15 Tahun Lalu

Ifa Isfansyah. (Foto: Dok. Istimewa)

Tujuannya, mendapat kesempatan belajar dan peluang masuk ke industri film Indonesia. Perwakilan dari LA Light Indie Movie, Hani Aulia menjelaskan, pihaknya berkomitmen mendukung talenta kreatif di sektor perfilman Indonesia.

“Sejak lebih dari 15 tahun lalu, kami bangga bisa berkontribusi mendukung dan mencetak banyak filmmaker muda Indonesia bahkan hingga sekarang ada dari mereka yang berkarier secara internasional” ungkap Hani Aulia.

 


Wregas Bhanuteja Hingga Joko Anwar

Wregas Bhanuteja. (Foto: Dok. Istimewa)

Berikut narasumber terpilih yang akan terlibat dalam pelatihan dan mentorship:

  1. Garin Nugroho (sutradara dan budayawan)
  2. Joko Anwar (sutradara)
  3. Wregas Bhanuteja (sutradara)
  4. Khozy Rizal (sutradara)
  5. Fajar Nugros (sutradara)
  6. Loeloe Hendra (sutradara)
  7. Jeihan Angga (sutradara)
  8. Odair Faleco (sutradara film AI)
  9. Ifa Isfansyah (produser)
  10. Tia Hasibuan (produser)
  11. Muhammad Zaidy (produser)
  12. Asmara Abigail (aktor)
  13. Claresta Taufan (aktor)
  14. Batara Goempar (director of photography)
  15. Ical Tanjung (director of photography)
  16. Vida Sylvia (production designer)
  17. Dita Gambiro (production designer)
  18. Aline Jusria (editor)
  19. Andhy Pulung (editor)
  20. Kalvin Irawan (VFx artist)
  21. Upie Guava (VFx artist)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya