Menperin Lapor Purbaya Kendala Sektor Manufaktur, Bakal Ada Stimulus?

Menperin Agus Gumiwang dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu menyelaraskan kebijakan sektor manufaktur, bakal ada insentif?

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 05 Mei 2026, 12:15 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hasil pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan ini membahas berbagai langkah strategis yang akan diambil pemerintah untuk memperkuat sektor manufaktur nasional.

Dalam pertemuan tersebut, menperin dan menkeu mengulas sejumlah kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan, mulai dari hambatan produksi hingga kebutuhan dukungan kebijakan fiskal. Keduanya membedah solusi yang dapat segera diterapkan agar sektor manufaktur berkontribusi lebih besar ke pertumbuhan ekonomi.

“Kami berdua, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian sudah duduk, kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah itu kemudian mencarikan jalan keluarnya,” ujar Agus kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, pembahasan turut mencakup langkah-langkah kebijakan berupa stimulus dan insentif yang dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan industri, termasuk dukungan bagi sektor kendaraan listrik serta penguatan struktur industri dalam negeri.

“Jadi kita tadi intinya memang membahas apa saja policy langkah-langkah yang perlu kita ambil, pemerintah ambil baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif,” katanya.

 

Dorong Ekspor Manufaktur

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Surplus ini didapatkan dari ekspor September 2021 yang mencapai US$20,60 miliar dan impor September 2021 yang tercatat senilai US$16,23 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya itu, pemerintah juga menyoroti strategi peningkatan ekspor manufaktur. Saat ini, porsi ekspor masih relatif kecil dibandingkan penyerapan domestik, sehingga diperlukan upaya untuk memperluas pasar luar negeri tanpa mengganggu pasar dalam negeri.

“Tapi kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa merubah sedikit rasio antara output manufaktur,” jelas Agus.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan industri dan fiskal, guna memastikan sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya