Rupiah Tembus Rp 17.400, BI Ambil Langkah Ini

BI menegaskan pelemahan rupiah akibat konflik Timur Tengah masih lebih baik dibanding negara tetangga.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 05 Mei 2026, 11:30 WIB
Kurs rupiah hari ini bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi 17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 17.394 per dolar AS.

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah yang kini telah menembus Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS). BI menegaskan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Erwin mengatakan BI terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

"Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan BI, Selasa (5/5/2026).

Menurut BI, Rupiah tidak melemah sendirian, melainkan nilai tukar mata uang negara tetangga seperti Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chile Peso (-4,24%), Indonesia Rupiah (-3,65%), dan Korea Won (-2,29%).

Erwin mengatakan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," pungkasnya.

Kurs Rupiah Melemah, Tembus 17.400 per Dolar AS

Petugas valas menghitung mata uang dolar AS di DolarAsia Valas di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/4/2024). (merdeka.com/Arie Basuki)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada Selasa 5 Mei 2026 pagi. Dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026), kurs rupiah bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi 17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 17.394 per dolar AS.

Kemarin, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin melemah 57 poin atau 0,33 persen menjadi 17.394 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 17.337 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak di Rusia.

“Yang menyebabkan rupiah melemah ini masih dari eksternal, dimana di Eropa Timur, Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah minyak di Rusia dan kita lihat bahwa kilang-kilang minyak di Rusia banyak yang terkena drone dari Ukraina,” ucapnya.

Mengutip Xinhua, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan serangan Kiev terhadap infrastruktur minyak Rusia dapat memicu kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Pengurangan pasokan minyak Rusia ke pasar global disebut akan memicu kenaikan harga yang lebih tajam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya