Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka melemah ke zona merah pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Namun, tak lama berselang, IHSG berbalik arah dan masuk ke zona hijau meski penguatannya masih terbatas.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka di level 6.982,36, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.971,95. Pada pukul 09.22 WIB, IHSG menguat 0,30% atau sekitar 20 poin ke posisi 6.992,62. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 0,84% ke level 680. Secara umum, mayoritas indeks saham acuan berada di zona hijau.
Advertisement
Sepanjang sesi awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.921,60 hingga 6.998,97. Tercatat sebanyak 271 saham menguat, 265 saham melemah, dan 179 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan mencapai 417.972 kali dengan volume transaksi sekitar 9,7 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp2,5 triliun. Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.398.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham masih berada di zona merah pada awal perdagangan. Sektor industri mencatat pelemahan terbesar sebesar 0,77%, diikuti sektor kesehatan yang turun 0,70%.
Di sisi lain, sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,89%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 0,46%.
IHSG Diprediksi Merosot
Laju IHSG berpotensi koreksi pada perdagangan saham Selasa, (5/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.645-6.838. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 0,22% ke 6.971 tetapi masih masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 4 Mei 2026.
"Posisi pergerakan IHSG saat ini berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2),” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.838,6.745 dan level resistance 7.022,7.240 pada Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 6.870-7.000 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan saham yang menjadi pertimbangan antara lain saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Spec Buy
Saham BUVA menguat 0,95% ke 1.060 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BUVA saat ini berada di akhir wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.
Spec Buy: 965-1.035
Target Price: 1.155, 1.270
Stoploss: below 925
2.PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) - Buy on Weakness
Saham SMGA menguat 7,87% ke 96 dan disertai dengan tingginya volume pembelian, pergerakan SMGA pun belum mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi SMGA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B) pada label hitam,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 86-93
Target Price: 108, 113
Stoploss: below 84