Buka Bengkel Tak Laku Jadi Titik Balik Surdi Mengabdi di Tanah Suci

Muhammad Surdi sudah 15 tahun bekerja di negeri orang. Dia banting stir dari buka bengkel menjadi pengemudi bus salawat melayani jemaah di Tanah Suci.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 05 Mei 2026, 07:13 WIB
Muhammad Surdi saat ditemui di Makkah sedang melayani jemaah haji Indonesia. (Liputan6.com/ Asnida)

Liputan6.com, Makkah - Muhammad Surdi berdiri sigap di depan Al-Hidayah Tower, Aziziyah, Makkah. Tubuhnya tegap, senyumnya hangat. Ia menyapa satu per satu jemaah haji Indonesia yang hendak naik bus salawat menuju Masjidil Haram.

"Sehat, pak?" sapanya kepada jemaah haji yang masuk ke dalam bus, membuat suasana terasa akrab sejak pandangan pertama.

Pria 45 tahun asal Lebaksiuh, Malingping, Lebak, Banten, itu kini menjadi pengemudi bus salawat—peran yang ia jalani dengan sepenuh hati. Sudah 15 tahun ia merantau ke Arab Saudi, dan kini tinggal di Al-Hudaybiyah.

Namun, perjalanannya tidak lurus. Pandemi COVID-19 memaksanya pulang ke kampung halaman.

Ia sempat membuka bengkel motor, mencoba bertahan dengan usaha kecil. Namun hasilnya tidak sesuai harapan.

"Di rumah tiga tahun merintis usaha, terus modalnya kecil, akhirnya ke Saudi lagi," katanya saat berbincang dengan awak Liputan6.com di Makkah, Sabtu (1/5/2026).

Keputusan kembali ke Tanah Suci menjadi titik balik. Ia melamar ke perusahaan transportasi dan dipercaya mengemudikan bus salawat yang melayani jemaah haji 24 jam nonstop.

Bagi Surdi, pekerjaan ini lebih dari sekadar mencari nafkah. Ia merasakan keberkahan karena bisa melayani tamu Allah, sekaligus menunaikan ibadah haji.

"Alhamdulillah, saya sudah sekitar empat kali haji," katanya.

Awalnya, ia kesulitan berbahasa Arab. Namun, waktu dan pengalaman membantunya beradaptasi.

Latar belakangnya sebagai montir membentuk ketangguhan. Ia terbiasa bekerja keras dan tidak mudah menyerah.

Ritme kerja yang padat tak ia keluhkan.

"Ya Alhamdulillah lah," ucapnya singkat.

Cuaca ekstrem Makkah sempat membuatnya kaget. Panas yang menyengat kadang memicu batuk, tapi kini ia mulai terbiasa.

"Kadang-kadang batuk, soalnya panas, beda. Tapi sekarang sudah terbiasa, Alhamdulillah," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya