Kisah Prajurit TNI Eneng Kusnani, Satu-satunya Kasektor Perempuan di Makkah

Eneng Kusnani menjadi satu-satunya Kepala Sektor perempuan di Makkah, memimpin pelayanan jemaah haji dengan pengalaman dan disiplin militer.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 04 Mei 2026, 22:08 WIB
Eneng Kusnani (kiri) tengah membantu jemaah haji lansia. Eneng menjadi satu-satunya perempuan yang dipercaya sebagai Kepala Sektor (Kasektor) di Daerah Kerja (Daker) Makkah. (Liputan6/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah hiruk-pikuk penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci, sosok Eneng Kusnani tampil berbeda. Ia bukan hanya petugas, tetapi juga pemimpin, dan satu-satunya perempuan yang dipercaya sebagai Kepala Sektor (Kasektor) di Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Awalnya, ia tak menyangka akan memegang peran tersebut. Tugas sebagai pelayan tamu-tamu Allah yang ia niatkan, justru membawanya ke posisi strategis di episentrum ibadah haji.

“Awalnya, saya sempat berpikir, mampu atau tidak,” ujarnya di Makkah, Sabtu (2/5/2026).

Namun, keraguan itu tidak berlangsung lama. Sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, prinsip kesiapan sudah menjadi bagian dari dirinya.

“Yang namanya TNI, siap tidak siap, harus siap,” katanya.

Ini bukan pengalaman pertamanya dalam pelayanan haji. Pada musim haji 2023, Eneng bertugas di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi, Madinah. Pengalaman itu menjadi bekal penting hingga akhirnya ia dipercaya memimpin sektor di Makkah.

Dengan masa pengabdian 28 tahun di militer, Eneng kini menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Jika sebelumnya fokus pada tugas lapangan, kini ia harus mengelola seluruh aspek pelayanan—mulai dari manajemen hingga persoalan teknis jemaah.

“Di sektor, kita harus tahu dari manajemen sampai lapangan. Seluk-beluk masalah jemaah harus tahu sedetail-detailnya,” jelasnya.

Bagi Eneng, kepemimpinan bukan sekadar posisi, tetapi tentang kerja tim. Ia menekankan pentingnya menanggalkan ego dan membangun rasa setara di antara seluruh petugas.

“Kita semua di sini petugas, termasuk saya,” ucapnya.

Prinsip itu terlihat saat kedatangan jemaah haji Embarkasi Makassar (UPG 3). Ia tidak hanya memberi arahan, tetapi juga turun langsung membantu jemaah lanjut usia turun dari bus.

 

 

Apresiasi Semangat Para Petugas Haji

Selama masa tugas dua bulan, ia berharap seluruh tim dapat bekerja layaknya keluarga. Ia pun mengapresiasi semangat dan dukungan para personel yang dinilainya solid.

“Mereka semangat sekali dan sangat membantu saya,” katanya.

Dalam memimpin, Eneng memilih pendekatan yang seimbang antara kedekatan dan ketegasan.

“Untuk jadi pemimpin itu harus tarik ulur. Ada saatnya kita santai, tapi saat tugas kita harus serius,” ujarnya.

Meski mayoritas anggotanya laki-laki, hal itu tidak menjadi hambatan. Ia tetap menjaga wibawa dengan disiplin tinggi, mulai dari apel pagi, ketepatan waktu, hingga kerapian.

“Jangan sampai kita mencoreng nama Indonesia,” tegasnya.

Di tengah dinamika penyelenggaraan haji di Makkah, Eneng menjalankan perannya dengan tenang namun tegas. Dari niat mengabdi, ia kini berdiri sebagai pemimpin yang mengawal pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya