NOC Indonesia Perkuat Lingkungan Aman Atlet dengan Hadirkan Safeguarding di Kejurnas Akuatik 2026

NOC Indonesia meluncurkan program safeguarding di Kejurnas Akuatik 2026, menandai komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif bag

oleh ThomasDiterbitkan 05 Mei 2026, 06:00 WIB
Perenang DKI Jakarta, Adelia Chantika melakukan start gaya punggung dalam nomor 4x100 meter estafet gaya ganti putri Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (01/05/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menghadirkan program safeguarding pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026, sebuah langkah krusial dalam upaya penguatan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif. Inisiatif penting ini bertujuan untuk melindungi para atlet dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan, sekaligus memastikan kesejahteraan mereka selama berkompetisi dan berlatih. Pelaksanaan program ini menjadi tonggak awal perubahan mendasar dalam ekosistem olahraga nasional.

Kejurnas Akuatik 2026 sendiri diselenggarakan di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta, berlangsung meriah dari tanggal 28 April hingga 1 Mei 2026. Kehadiran safeguarding di ajang bergengsi ini menunjukkan keseriusan NOC Indonesia dalam mewujudkan visi olahraga yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai perlindungan dan keamanan bagi seluruh partisipan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi federasi olahraga lainnya di Indonesia.

Program safeguarding ini dirancang secara komprehensif untuk menciptakan ruang aman bagi setiap atlet, pelatih, dan ofisial. Dengan demikian, mereka dapat berkompetisi dengan tenang, bebas dari ancaman kekerasan, pelecehan, intimidasi, atau bentuk penyalahgunaan lainnya, baik secara fisik, verbal, langsung, maupun digital. NOC Indonesia bertekad untuk memastikan setiap individu dalam dunia olahraga merasa terlindungi dan dihargai.


Menjamin Kesejahteraan Atlet Melalui Safeguarding

Perenang Indonesia, Jason Donovan (kedua kanan) melakukan lompatan pada nomor 50 meter gaya bebas putra dalam Kejuarnas Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (01/05/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Program safeguarding yang digagas NOC Indonesia memiliki tujuan mulia untuk memastikan setiap atlet dapat berkembang dalam lingkungan yang aman dan positif. Perlindungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga pelecehan digital yang kerap luput dari perhatian. Fokus program juga meluas pada kesehatan mental atlet, kesetaraan gender, dan literasi digital, sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk mendukung perkembangan atlet muda secara menyeluruh.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menumbuhkan rasa aman, menghormati martabat setiap atlet, dan membangun budaya peduli yang kuat di seluruh lapisan dunia olahraga. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Indonesia berambisi untuk menjadi teladan global. Menurutnya, negara ini ingin menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan perlindungan atlet, memastikan generasi muda bertanding dengan aman dan pulang membawa pengalaman yang positif dan berharga.

Lanjut Baca:

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang suportif. Dengan demikian, atlet dapat fokus pada peningkatan performa tanpa harus khawatir akan potensi ancaman atau perlakuan tidak pantas. Program ini menjadi fondasi penting untuk masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya