5 Pilar Kunci Inter Milan untuk Meraih Scudetto Serie A 2025/2026: Dari Dimarco hingga Pio Esposito

Inter Milan juara Serie A 2025/2026. Ini 5 figur kunci di balik Scudetto ke-21 Nerazzurri, dari Dimarco hingga pelatih Christian Chivu.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 04 Mei 2026, 15:43 WIB
Inter Milan mengunci gelar juara Liga Italia 2025/2026 pada laga pekan ke-35, Minggu (03/05/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan memastikan diri sebagai juara Serie A 2025/2026 dengan performa yang konsisten sejak paruh musim. Nerazzurri bahkan sudah memimpin klasemen sejak periode Natal dan tak pernah tergoyahkan hingga akhir.

Dominasi Inter bukan hanya soal hasil, tetapi juga kestabilan performa di berbagai fase pertandingan. Mereka mampu menjaga ritme saat pesaing seperti Juventus dan Napoli justru kehilangan konsistensi.

Kunci sukses Inter musim ini tidak lepas dari kontribusi sejumlah figur penting. Baik dari sisi taktik, kreativitas, hingga kepemimpinan di lapangan, semuanya berjalan dalam satu sistem yang solid.

Berikut lima sosok paling berpengaruh yang menjadi fondasi keberhasilan Inter meraih Scudetto ke-21 dalam sejarah klub.


Federico Dimarco: Mesin Assist dari Sisi Sayap

Pemain Inter Milan Federico Dimarco (kanan) merayakan gol pembuka timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Federico Dimarco menjalani musim terbaik dalam kariernya bersama Inter Milan. Bek sayap kiri itu tampil luar biasa dalam fase menyerang dan menjadi sumber kreativitas utama tim.

Catatan 18 assist yang ia bukukan menjadi yang terbaik dalam sejarah Serie A sejak pencatatan modern dimulai. Angka tersebut menegaskan perannya sebagai playmaker dari sisi lapangan.

Tidak hanya assist, Dimarco juga menyumbang gol penting di momen krusial. Dengan absennya Denzel Dumfries dalam beberapa periode karena cedera, tanggung jawabnya semakin besar dan berhasil dijawab dengan sempurna.


Lautaro Martinez: Pemimpin dan Penghubung Lini Serang

Pemain Inter Milan Lautaro Martinez merayakan gol pembuka yang dicetaknya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Roma di Milan, Italia, Minggu, 5 April 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Lautaro Martinez tetap menjadi jantung permainan Inter meski tidak selalu dalam kondisi terbaik. Cedera sempat mengganggu ritmenya, tetapi kontribusinya tetap terasa signifikan.

Ia bukan hanya finisher, tetapi juga penghubung antar lini yang efektif. Pergerakannya membuka ruang bagi pemain lain untuk berkembang dalam skema serangan.

Perannya sebagai kapten juga terlihat dalam kepemimpinan di lapangan. Lautaro menjadi figur yang menjaga keseimbangan mental tim sepanjang musim.


Francesco Pio Esposito: Energi Baru dari Generasi Muda

Pemain Inter Milan Francesco Pio Esposito (tengah) berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Odin Bjortuft (kanan) pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Francesco Pio Esposito menjadi salah satu kejutan paling menyegarkan dalam skuad Inter musim ini. Di tengah dominasi pemain senior, ia hadir sebagai simbol regenerasi.

Meski tidak selalu bermain penuh, kontribusinya tetap terasa. Ia menunjukkan etos kerja tinggi dan kemauan belajar yang kuat setiap kali diberi kesempatan.

Kehadirannya memberi dimensi berbeda dalam permainan Inter. Ia juga menjadi bukti bahwa pemain muda Italia masih bisa bersinar di level tertinggi.


Manuel Akanji: Adaptasi Cepat, Fondasi Pertahanan

Duel Mattia Zaccagni dengan Manuel Akanji di laga Inter Milan vs Lazio di giornata 11 Serie A 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Manuel Akanji menjadi tambahan penting di lini belakang Inter musim ini. Bek asal Swiss itu langsung beradaptasi dengan cepat di sepak bola Italia.

Ia memberikan stabilitas dan ketenangan dalam organisasi pertahanan. Kemampuannya membaca permainan membuat Inter lebih solid dalam menghadapi tekanan lawan.

Bersama Yann Bisseck, Akanji membentuk duet yang menjanjikan untuk masa depan. Kehadirannya menjadi salah satu faktor penting dalam minimnya kebobolan Inter.


Christian Chivu: Arsitek di Balik Konsistensi

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu di laga melawan Union St. Gilloise, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Christian Chivu menghadapi tantangan besar menggantikan Simone Inzaghi. Awalnya, performa Inter sempat diragukan saat menghadapi tim-tim besar.

Namun, seiring waktu, Chivu mampu membangun identitas tim yang kuat. Ia menciptakan sistem yang efektif untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim.

Meski sempat gagal di kompetisi lain seperti Eropa dan Supercoppa, fokusnya di liga berbuah manis. Scudetto ini menjadi bukti bahwa Chivu layak diperhitungkan sebagai pelatih top di Serie A.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya