Real Madrid Terpecah Jelang El Clasico, Ketegangan Internal Memuncak

Real Madrid menghadapi konflik internal jelang El Clasico. Ketegangan di ruang ganti meningkat dan berpotensi memengaruhi performa tim.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 Mei 2026, 23:09 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid menghadapi situasi tidak ideal menjelang laga penting melawan Barcelona di Liga Spanyol akhir pekan depan. Ketegangan di dalam skuad meningkat dan mulai berdampak pada stabilitas tim.

Real Madrid dijadwalkan menghadapi Espanyol di RCDE Stadium sebelum kembali ke Catalunya untuk El Clasico di Camp Nou. Pertandingan kontra Espanyol memang tidak menentukan gelar, tapi tetap menjadi ajang menjaga harga diri tim.

Performa yang kurang konsisten di liga musim ini membuat tekanan semakin besar. Kondisi ruang ganti yang memanas justru memperburuk persiapan menuju duel krusial tersebut.


Konflik Internal Makin Terlihat

Bek Real Madrid asal Spanyol bernomor punggung 02, Dani Carvajal, bereaksi di lapangan selama pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Real Madrid CF di stadion Metropolitano di Madrid pada 27 September 2025. (Javier SORIANO/AFP)

Situasi di pusat latihan Valdebebas dilaporkan mencapai titik kritis dalam beberapa hari terakhir. Hubungan antara pelatih Alvaro Arbeloa dan sejumlah pemain inti mengalami keretakan serius.

Dani Carvajal terlibat konflik terkait minimnya kesempatan bermain sebelum mengalami cedera jari kaki. Situasi itu semakin berat karena ia diproyeksikan hengkang pada musim panas dan peluang tampil di Piala Dunia ikut terdampak.

Raul Asencio sempat dicadangkan selama beberapa hari akibat respons yang dianggap tidak sopan oleh pelatih. Dani Ceballos bahkan tidak masuk skuad setelah terlibat perselisihan serupa.


Kebijakan Pelatih Picu Kekecewaan

Lamine Yamal menggiring bola di samping Eduardo Camavinga dan Alvaro Carreras dalam laga final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Alvaro Carreras beberapa kali dicoret karena dinilai memiliki sikap kurang baik dalam sesi latihan. Keputusan tersebut menambah daftar pemain yang merasa tidak puas dengan pendekatan pelatih.

Kelompok pemain asal Spanyol dalam tim menilai ada perlakuan berbeda dalam komunikasi publik. Mereka merasa pemain bintang lebih sering mendapat perhatian dibandingkan talenta binaan klub.

Kondisi ini menciptakan jarak di dalam skuad dan memicu ketidakpercayaan. Atmosfer tim pun menjadi tidak kondusif menjelang fase penting musim.


Mbappe Ikut Perkeruh Situasi

Alejandro Balde (Barcelona) mengawal Kylian Mbappe (Real Madrid) dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Kylian Mbappe juga menjadi bahan perbincangan di dalam tim karena sikapnya selama masa pemulihan cedera. Cedera otot yang dialaminya tergolong ringan, tapi aktivitas di luar Spanyol menimbulkan pertanyaan.

Perjalanannya ke Paris masih dapat diterima karena didampingi staf medis klub. Namun, perjalanan lain setelah itu memicu keraguan beberapa rekan setim terhadap komitmennya.

Laporan juga mengungkap adanya konfrontasi langsung antar pemain di ruang ganti. Situasi ini menegaskan bahwa masalah internal Real Madrid sudah berada pada level yang mengkhawatirkan.

Dengan kondisi seperti ini, Real Madrid menghadapi tantangan berat untuk bangkit secara mental. El Clasico kini bukan hanya soal taktik, tetapi juga ujian kekompakan tim.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya