Pernah Kena Campak, Risiko Terinfeksi Lagi Sangat Kecil

Seseorang bisa terkena campak lebih dari sekali tapi kasusnya amat jarang.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 03 Mei 2026, 19:00 WIB
Ilustrasi campak pada dewasa. Dok. depositphotos.com

Liputan6.com, Jakarta - Orang yang terkena campak tidak akan terkena lagi, begitu kata sebagian orang. Faktnya, pada sebagian kecil orang, risiko kena campak bisa lebih dari sekali.

"Bisa, tapi jarang sekali," kata okter spesialis penyakit dalam Erpryta Nurdia Tetrasiwi dari Eka Hospital MT Haryono Jakarta menjawab pertanyaan Health Liputan6.com.

Pryta menjelaskan jika infeksi terjadi kembali, gejala yang muncul biasanya jauh lebih ringan dibandingkan saat pertama kali terpapar. Misalnya hanya berupa demam ringan dan ruam yang berlangsung singkat.

“Yang berat biasanya hanya sekali, saat infeksi pertama,” jelasnya.

Pryta juga mengingatkan orang dewasa yang terkena campak sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ke dokter. Saat pemeriksaan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk paru. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi paru baik atau tidak, mengingat salah satu komplikasi campak adalah pneumonia atau radang paru. Komplikasi lain adalah radang otak, komplikasi jantung, hingga kebutaan.

"Ketika pasien campak periksa ke dokter, maka dokter mencoba memastikan bahwa tidak ada infeksi sekunder lain, 'Oh paru bagus, oh yang lain bagus', jadi bisa pulang dan melakukan isolasi di rumah agar tidak menularkan ke orang lain," tutur Pryta.

Lalu, dokter akan memberikan obat sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Bila misal mengalami demam, pasien campak dewasa akan diberikan antidemam seperti parasetamol.

Bila Gejala Parah, Pasien Campak Dewasa Perlu Rawat Inap

Dokter spesialis penyakit dalam Erpryta Nurdia Tetrasiwi dari Eka Hospital MT Haryono mengungkapkan fakta tentang campak. (Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com)

Namun, bila kondisi pasien dewasa menunjukkan efek yang parah, maka dokter akan menyarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Pengobatan campak ini memang per individual. Ada orang dengan imunitas bagus bisa dirawat dua hari saja," kata Pryta.

Tentang Campak

Campak adalah penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxo viridae.

Campak memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Virus campak dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Bahkan, virus ini juga bisa menyebar melalui udara (airborne) dan bertahan di permukaan benda selama beberapa jam.

Penularan dapat terjadi melalui:

  • Percikan saliva dari batuk atau bersin
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya