Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid 2026 Terganggu Cahaya Bulan

Fenomena meteor dari puing komet Halley akan mencapai puncak pekan ini

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 04 Mei 2026, 19:30 WIB
Ilustrasi (Foto: apod.nasa.gov)

Liputan6.com, Washington, D.C. - Fenomena hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa malam hingga Rabu pagi. Namun, pengamat langit diprediksi akan kesulitan menyaksikan fenomena tersebut secara optimal akibat cahaya bulan yang terang.

Hujan meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menghasilkan kilatan cahaya yang dikenal sebagai “bintang jatuh”. Pada kondisi ideal, Eta Aquarid dapat menampilkan puluhan meteor per jam.

Tahun ini, visibilitas diperkirakan menurun signifikan. Di Belahan Bumi Selatan, jumlah meteor yang terlihat bisa berkurang hingga setengahnya, sementara di Belahan Bumi Utara kemungkinan hanya kurang dari 10 meteor per jam, dikutip dari laman Ksat, Senin (4/5/2026).

Manajer Planetarium Barlow, Teri Gee, menyebut fenomena ini tidak akan terlalu mengesankan bagi pengamat di wilayah utara. “Semakin ke selatan Anda berada, semakin baik Anda akan melihatnya,” ujarnya.

Meski demikian, pengamatan masih dapat dilakukan dengan memilih lokasi yang gelap dan jauh dari polusi cahaya. Waktu terbaik adalah sesaat sebelum fajar, dengan mengarahkan pandangan ke arah timur, dekat rasi bintang Aquarius.

Pengamat juga disarankan menghindari cahaya buatan, termasuk layar ponsel, serta mencari posisi yang dapat menghalangi cahaya bulan agar mata lebih cepat beradaptasi dengan kegelapan.

Meski hanya muncul sebagai kilatan singkat, fenomena hujan meteor tetap menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dinantikan karena menghadirkan pengalaman visual yang unik dan langka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya