Hanya Andalkan Ekspor, Penjualan BYD Terjun Bebas 8 Bulan Beruntun

Tekanan terhadap kinerja BYD semakin nyata. Produsen kendaraan listrik asal China ini, kembali mencatatkan penurunan penjualan secara tahunan selama 8 bulan

oleh Arief AszhariDiterbitkan 03 Mei 2026, 15:12 WIB
Akali Tarif Uni Eropa, BYD Ekspor Langsung Mobil Listrik dari Thailand (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan terhadap kinerja BYD semakin nyata. Produsen kendaraan listrik asal China ini, kembali mencatatkan penurunan penjualan secara tahunan selama delapan bulan berturut-turut pada April 2026.

Namun, meskipun catatan penjualan memburuk, ekspor merek dengan nama lengkap Build Your Dream ini justru mencetak rekor baru di pasar global.

Berdasarkan laporan terbaru yang disitat dari Carnewschina, pengiriman kendaraan energi baru (NEV) BYD pada April 2026, mencapai 321.123 unit.

Angka ini naik dibandingkan Maret 2026, tapi masih mengalami penurunan secara tahunan, melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, performa penjualan luar negeri justru terbilang positif. BYD mencatatkan ekspor sebanyak 134.542 unit mobil penumpang dan pikap sepanjang April 2026, melonjak 70,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi perusahaan untuk pasar global.

Kontribusi pasar luar negeri kini semakin besar terhadap total penjualan. Pada April 2026 saja, penjualan ekspor menyumbang sekitar 42,8 persen dari total volume bulanan BYD, menegaskan peran penting pasar internasional di tengah melemahnya permintaan domestik di China.

Secara kumulatif, dari Januari hingga April 2026, BYD telah menjual 1.003.039 unit kendaraan penumpang. Namun, angka tersebut turun 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya, penjualan luar negeri mencapai 455.707 unit, atau naik 59,8 persen secara tahunan.

Jaga Daya Saing BYD

Penurunan di pasar domestik disebut terjadi karena tekanan di segmen kendaraan massal yang semakin ketat persaingannya.

Sementara itu, lini utama seperti seri Dynasty dan Ocean tetap menjadi kontributor terbesar, meski mengalami penurunan lebih dari 21 persen secara tahunan pada April 2026.

Selain itu, untuk menjaga daya saing, BYD mulai mengandalkan inovasi teknologi dan peluncuran model baru.

Perusahaan disebut telah menghadirkan lebih dari 10 model anyar yang dibekali teknologi pengisian cepat, serta baterai Blade generasi kedua, guna menarik minat konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin sengit

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya