Dasco Ungkap Pemerintah Beli Sebagian Saham Aplikator via Danantara

Dasco menyebut dengan keterlibatan pemerintah potongan tarif dari 20 persen menjadi 8 persen bisa diterapkan secara bertahap.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 02 Mei 2026, 09:47 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kedua dari kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco mengungkapkan, Pemerintah melalui Danantara mulai masuk dalam struktur kepemilikan saham sejumlah aplikator ojek online.

Menurut Dasco, keterlibatan pemerintah dalam struktur aplikator, termasuk melalui kepemilikan saham, membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.

“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator itu mengambil bagian saham gitu,” kata Dasco saat menerima audiensi aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat di DPR, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Dengan demikian, ia mengharapkan potongan tarif dari 20 persen menjadi 8 persen bisa diterapkan secara bertahap.

“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” ujarnya.

 

Status Pekerja Pengemudi Ojol Dalam Pembahasan

Selain itu, Politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut menerangkan pembahasan mengenai status pengemudi ojol apakah sebagai pekerja atau mitra masih dalam tahap simulasi dan kajian. Dasco menegaskan bahwa proses tersebut tidak akan dilakukan sepihak, melainkan melibatkan organisasi dan komunitas pengemudi ojol.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya