Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco mengungkapkan, Pemerintah melalui Danantara mulai masuk dalam struktur kepemilikan saham sejumlah aplikator ojek online.
Menurut Dasco, keterlibatan pemerintah dalam struktur aplikator, termasuk melalui kepemilikan saham, membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.
Advertisement
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator itu mengambil bagian saham gitu,” kata Dasco saat menerima audiensi aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat di DPR, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
Dengan demikian, ia mengharapkan potongan tarif dari 20 persen menjadi 8 persen bisa diterapkan secara bertahap.
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” ujarnya.
Status Pekerja Pengemudi Ojol Dalam Pembahasan
Selain itu, Politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut menerangkan pembahasan mengenai status pengemudi ojol apakah sebagai pekerja atau mitra masih dalam tahap simulasi dan kajian. Dasco menegaskan bahwa proses tersebut tidak akan dilakukan sepihak, melainkan melibatkan organisasi dan komunitas pengemudi ojol.