Cahya Supriadi Tepis 2 Penalti Beruntun, Jadi Tembok Terakhir PSIM Yogyakarta

Cahya Supriadi tampil impresif dengan 3 penyelamatan penalti musim ini bersama PSIM, termasuk dua secara beruntun di BRI Super League 2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Mei 2026, 17:51 WIB
Momen kiper PSIM, Cahya Supriadi melakukan save penalti di laga kontra Persija Jakarta di BRI Super League. (X/PSIM)

Liputan6.com, Jakarta - Cahya Supriadi kembali mencuri perhatian di BRI Super League 2025/2026 dengan aksi heroiknya di bawah mistar. Kiper muda PSIM Yogyakarta itu menjelma menjadi spesialis penalti di tengah performa tim yang belum stabil.

Dalam dua laga terakhir, Cahya menunjukkan refleks dan pembacaan arah bola yang luar biasa. Ia sukses menggagalkan dua penalti beruntun yang berpotensi memperburuk situasi tim.

Meski demikian, kontribusi individu tersebut belum mampu mengangkat hasil kolektif PSIM. Tim masih kesulitan keluar dari tren negatif dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah inkonsistensi tim, kehadiran Cahya menjadi titik terang tersendiri. Performanya memberi dimensi berbeda dalam fase bertahan PSIM musim ini.


3 Penalti Diselamatkan Cahya Supriadi

Selebrasi pemain PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi saat timnya berhasil mecetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Total, Cahya Supriadi telah mencatat tiga penyelamatan penalti sepanjang musim ini. Catatan ini menjadi indikator kuat kualitasnya dalam situasi satu lawan satu dari titik putih.

Penyelamatan pertama terjadi pada pekan ke-3 saat menghadapi Persib Bandung. Cahya berhasil menepis eksekusi Marc Klok dalam laga tersebut.

Pada pertandingan yang sama, PSIM kembali dihadapkan pada penalti lainnya. Eksekusi Uilliam Barros tidak berbuah gol setelah bola melenceng dari sasaran.

Aksi impresif kembali ditunjukkan pada pekan ke-29 saat menghadapi Persija Jakarta. Ia mampu membaca arah tembakan Maxwell Souza dan menjaga peluang tim untuk meraih hasil imbang 1-1.


Tetap Kecewa Meski Bersinar, PSIM Terjebak Tren Negatif

Pemain PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera (kiri) menghapiri rekan satu timnya, Cahya Supriadi usai menang melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Cahya kembali menjadi sorotan pada pekan ke-30 saat menghadapi Persita Tangerang. Ia sukses menggagalkan penalti Pablo Ganet pada menit ke-84 di Stadion Sultan Agung, Bantul.

“Pertandingan jadi lebih sulit karena kami kebobolan di menit awal. Laga baru berjalan sekitar lima menit, kita sudah kebobolan. Tapi kami sudah bekerja keras walau hasilnya belum sesuai harapan,” kata Cahya Supriadi.

“Perasaan saya tetap berbeda meski bisa mementahkan tendangan penalti. Beda dibanding jika tim mencatat hasil kemenangan atau hasil imbang,” dia menambahkan.

Hasil akhir tetap tidak berpihak pada PSIM setelah kalah 0-1 dari Persita. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk menjadi empat kekalahan dari lima laga terakhir dan tujuh pertandingan tanpa kemenangan.

Sumber: I.League

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya