Wisatawan di Bali Pilih Kirim Oleh-Oleh dan Baju dengan Layanan Pengiriman

Ide usaha jasa di desa tanpa alat mahal bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan dengan modal minim namun tetap menghasilkan keuntungan stabil.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Mei 2026, 19:14 WIB
Wisatawan menikmati destinasi wisata Bali (Liputan6.com / HMB)

Liputan6.com, Bali - Bali selalu menjadi destinasi wisata favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, di balik pengalaman liburan tersebut, banyak wisatawan menghadapi tantangan saat kembali pulang, mulai dari koper yang penuh oleh-oleh, biaya tambahan bagasi pesawat yang tidak sedikit, hingga kerepotan membawa banyak barang selama perjalanan.

Tidak sedikit wisatawan yang akhirnya mencari alternatif yang lebih praktis dan ekonomis untuk mengirimkan barang mereka ke kota maupun negara asal.

Di tengah tantangan tersebut, layanan logistik menjadi solusi praktis yang semakin dimanfaatkan wisatawan. Hal ini dirasakan langsung oleh Muhammad Ekhsan, salah satu agen Lion Parcel di Bali, yang sehari-hari melayani kebutuhan pengiriman wisatawan untuk membantu mempermudah perjalanan pulang mereka.

"Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat," ujar Ekhsan, Senin (25/5/2026).

"Sebagai contoh, tarif pengiriman Lion Parcel rute Denpasar–Jakarta mulai dari Rp 7.000-37.000 per kilogram, tergantung layanan pengiriman yang dipilih. Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi," sambung dia.

 

Banyaknya Permintaan

Wisata Desa Adat di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi wisatawan yang berkunjung. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Menurut Ekhsan, tak hanya wisatawan domestik, turis asing pun menunjukkan kebiasaan serupa. Banyak diantaranya memanfaatkan layanan pengiriman internasional untuk mengirimkan produk khas Bali ke negara asal, mulai dari kerajinan tangan, aksesoris, fesyen, hingga suplemen lokal.

"Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya," terang dia.

Ekhsan mengatakan, tingginya kebutuhan pengiriman dari wisatawan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi Ekhsan yang telah bergabung menjadi agen Lion Parcel di Bali sejak 2021.

Menurut dia, didukung lokasi usaha yang strategis, upaya promosi seperti penyebaran brosur, hingga peningkatan visibilitas di platform digital, usaha yang dijalankannya semakin dikenal. Pelayanan yang responsif juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat pelanggan kembali menggunakan jasanya.

"Bersyukur bisnis ini berkembang pesat. Saya melihat logistik sebagai bisnis yang potensial dan sangat dibutuhkan, terutama di daerah dengan aktivitas wisata yang tinggi seperti Bali. Selain permintaannya terus ada, sistem kemitraan dan komisi yang ditawarkan Lion Parcel juga memberikan peluang yang baik bagi kami para agen untuk terus berkembang," jelas Ekhsan.

Sementara itu, Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menyampaikan, logistik kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk sektor pariwisata.

"Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat," jelas Febri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya