Dampak Perang Iran, Harga BBM di California Tembus 6 Dolar

Hingga saat ini belum ada indikasi kapan Selat Hormuz di Iran akan dibuka kembali.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 01 Mei 2026, 14:06 WIB
Kenaikan harga minyak dunia dipicu beberapa faktor utama, terutama situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Tampak dalam foto, harga bensin yang melebihi 8 delapan dolar AS per galon tertera di sebuah SPBU Chevron di Los Angeles, California, pada 28 April 2026. (Frederic J. BROWN/AFP)

Liputan6.com, Washington D.C - Saat harga rata-rata bahan bakar minyak (BBM) nasional Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi dalam empat tahun di tengah ketegangan global, California, yang mencatatkan harga bensin tertinggi di negara itu, melaporkan harga rata-rata bensinnya menembus 6 dolar AS (USD 1 = Rp17.324) per galon (1 galon = 3,7 liter) pada Kamis (30/4/2026).

Harga rata-rata BBM nasional di negara tersebut naik menjadi USD 4,3 per galon, mengalami kenaikan 27 sen dalam satu pekan, menurut American Automobile Association (AAA), asosiasi nirlaba yang memiliki lebih dari 60 juta anggota, dikutip dari Antara News, Jumat (1/5).

Dalam siaran pers, AAA mengatakan harga rata-rata BBM nasional di AS lebih tinggi USD 1,12 dibandingkan harga rata-rata pada periode yang sama tahun lalu, di tengah lonjakan harga minyak mentah yang melampaui USD 100 per barel "tanpa adanya indikasi kapan Selat Hormuz akan dibuka kembali".

"Harga BBM saat ini menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, sejak akhir Juli 2022," kata AAA.

California mencatatkan harga BBM rata-rata tertinggi untuk tingkat negara bagian pada Kamis dengan USD 6,01 per galon, diikuti Hawaii dengan USD 5,64 dan Washington dengan USD 5,57.

Harga BBM di Oregon dan Nevada juga melampaui USD 5, dengan masing-masing berada di angka USD 5,15 dan USD 5,12 per galon.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya