UNESCO Tetapkan 12 Geopark Global Baru, Simak Daftarnya

UNESCO menyampaikan, 12 geopark yang baru ditetapkan berada di China, Prancis, Yunani, Irlandia, Jepang, Malaysia, Portugal, Rusia, Tunisia, dan Uruguay.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 01 Mei 2026, 13:02 WIB
Geopark Global UNESCO Delta Sarawak, Malaysia. (Foto: dokumentasi UNESCO)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan atau UNESCO menetapkan 12 geopark baru. Sehingga jumlah total situs dalam jaringan geopark global UNESCO menjadi 241 di 51 negara.

Dikutip dalam laman resmi UNESCO, ke-12 geopark yang baru ditetapkan tersebut berada di China, Prancis, Yunani, Irlandia, Jepang, Malaysia, Portugal, Rusia, Tunisia, dan Uruguay.

"Setiap formasi batuan, setiap ngarai, dan setiap fosil menceritakan kisah yang menjadi milik seluruh umat manusia. Dalam waktu hanya 10 tahun, Geopark Global UNESCO telah menunjukkan bahwa melindungi warisan geologi juga berarti memajukan ilmu pengetahuan, memperkuat pendidikan, dan membangun ketahanan lokal. Yang menyatukan 241 situs di 51 negara ini bukan hanya signifikansi geologinya, tetapi juga komitmen bersama untuk mewariskan pengetahuan, dengan komunitas lokal sebagai pusatnya," kata Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany, dikutip pada Jumat (1/5/2026).

UNESCO menyampaikan, setiap tahun, situs baru ditambahkan ke jaringan melalui keputusan Dewan Eksekutif UNESCO, setelah evaluasi aplikasi oleh Dewan Geopark Global yang terdiri dari para ahli internasional. Lalu apa saja 12 geopark global baru tersebut? Simak selengkapnya

1. Geopark Global UNESCO Changshan, China

Geopark Global UNESCO Changshan, terletak di persimpangan Yangtze dan Cathaysia di sepanjang sabuk tektonik Jiangshan-Shaoxing. Menampilkan lebih dari satu miliar tahun sejarah geologi, lanskap pegunungan ini memiliki iklim monsun subtropis dan kaya akan keanekaragaman hayati, dengan hutan hijau abadi berdaun lebar dan medan kompleks yang menurun dari utara dan selatan ke pusat.

Changshan memiliki sejarah lebih dari 1.800 tahun, dan saat ini sekitar 300.000 orang dari sembilan kelompok etnis tinggal di wilayah ini. Changshan merupakan penghubung penting Jalur Sutra Maritim, dan pada masa Dinasti Song menjadi jalur transportasi utama yang terkenal dengan perkembangan sastra. Changshan juga dikenal sebagai kampung halaman jeruk changshan-hayou dan minyak camellia. 

2. Geopark Global UNESCO Gunung Siguniang, China

Geopark ini terletak di tepi timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, menampilkan medan pegunungan dengan zona iklim vertikal yang berbeda. Geopark ini dikenal dengan struktur tektonik kompleks, termasuk lipatan, endapan flysch, dan puncak granit tinggi.

Kawasan ini memberikan wawasan penting tentang tumbukan benua. Sungai Fubian, Wori, dan Xiaojinchuan membentuk pola drainase bercabang di hulu Sungai Yangtze. Bentang alam ini merekam proses pengangkatan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dengan lanskap dramatis dan banyak puncak di atas 5.000 meter.

Sekitar 33.000 orang tinggal di wilayah ini, yang menjadi pusat komunitas Tibet Jiarong. Bahasa Tibet dan praktik budaya tetap menjadi inti identitas komunitas, termasuk Festival Ziarah Gunung Siguniang yang menghormati legenda empat gadis yang berubah menjadi puncak gunung.

3. Geopark Global UNESCO Terres d’Hérault, Prancis

Geopark Global UNESCO Terres d’Hérault, Prancis (Foto: dokumentasi UNESCO)

Nama “Terres” merujuk pada tanah dan geologi, sementara “Hérault” adalah sungai utama di wilayah Occitanie. Wilayah ini menampilkan lebih dari 540 juta tahun sejarah geologi, dengan formasi batuan yang mencerminkan proses sedimentasi, tektonik, vulkanisme, metamorfisme, dan erosi. Situs penting meliputi tambang marmer Coumiac, cirque Navacelles, dan Danau Salagou.

Lebih dari 100.000 orang tinggal di wilayah ini, dengan ekonomi berbasis pariwisata dan pertanian seperti peternakan dan kebun anggur. Budaya Occitan tetap hidup, termasuk bahasa dan tradisinya, memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.

4. Geopark Global UNESCO Nisyros, Yunani

Terletak di Laut Aegea tenggara, geopark ini mencakup pulau vulkanik Nisyros. Geopark ini menghadirkan museum geologi alam terbuka, termasuk Kawah Hidrotermal Stefanos yang merupakan salah satu yang terbesar dan paling mudah diakses di Eropa, bersama rangkaian kawah hidrotermal lainnya, ladang lava, kubah lava, kerucut vulkanik, serta pusat vulkanik bawah laut. Fitur-fitur ini menjadikan Nisyros sebagai laboratorium alami untuk mempelajari aktivitas vulkanisme, sistem panas bumi, serta evolusi pulau-pulau vulkanik muda di Busur Vulkanik Hellenik.

Desa-desa seperti Nikía dan Mandraki mempertahankan arsitektur berbahan batu vulkanik, sementara biara seperti Panagia Spiliani menonjolkan warisan spiritual kawasan ini. Di Nisyros, geologi dan sejarah manusia tidak dapat dipisahkan, dan geopark ini mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan melalui kerja sama dengan sekolah dan lembaga penelitian lokal, sekaligus mendorong generasi muda untuk menjaga lingkungan. 

5. Geopark Global UNESCO Joyce Country and Western Lakes, Irlandia

Lanskap ini mencerminkan sejarah geologi 700 juta tahun, termasuk pembentukan pegunungan Grampian-Taconic. Kawasan ini memiliki beragam batuan dan satu-satunya fjord Irlandia di Killary Harbour.

Sekitar 60 persen wilayah geopark berada di Gaeltacht, yaitu wilayah di mana bahasa Irlandia masih digunakan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, bisnis, dan sosial. Hal ini menjadikan Joyce Country dan Western Lakes sebagai Geopark Global UNESCO pertama di Pulau Irlandia yang mencakup wilayah Gaeltacht.

Masyarakat di seluruh wilayah ini terus berpartisipasi dalam musik, seni bertutur, kerajinan, dan kuliner, yang membantu menjaga bahasa Irlandia serta praktik budaya terkait tetap hidup, seperti sepak bola Gaelic, bola tangan, dan pembuatan keranjang tradisional dari ranting willow lokal. Geopark ini juga mendorong pembangunan berkelanjutan dengan mendukung usaha lokal agar warisan tak benda di wilayah tersebut tetap terjaga.

6. Geopark Global UNESCO Miné-Akiyoshidai Karst Plateau, Jepang

Geopark ini menampilkan lanskap yang beragam, terdiri dari pegunungan, dataran lembah, serta dataran tinggi karst Akiyoshidai yang dikenal dengan dolina dan gua-gua batu kapur yang luas. Padang rumput di dataran tinggi ini, yang dibentuk melalui praktik pembakaran tradisional selama berabad-abad, mendukung flora dan fauna unik yang beradaptasi dengan lingkungan batu kapur.

Dataran Karst Akiyoshidai, yang menjadi fitur utama Geopark Miné-Akiyoshidai, terbentuk dari Batu Kapur Akiyoshi yang menyimpan catatan ekosistem laut selama 80 juta tahun. Batu kapur ini, bersama dengan Kelompok Mine yang kaya fosil, melestarikan bukti kehidupan darat setelah kepunahan Permian sekitar 250 juta tahun lalu, termasuk spesies tumbuhan dan serangga yang baru ditemukan.

Geopark ini berada dalam zona “satochi satoyama”, yaitu wilayah transisi antara kawasan liar dan area perkotaan yang kaya akan keanekaragaman hayati serta warisan pertanian. Secara historis, ekonomi wilayah ini berpusat pada pertanian, kehutanan, dan pertambangan.

7. Geopark Global UNESCO Lenggong, Malaysia

Geopark Global UNESCO Lenggong (Foto: dokumentasi UNESCO)

Terletak di Perak, Malaysia, berada di antara Pegunungan Titiwangsa dan Bintang. Lanskapnya beragam mencakup teras sungai, perbukitan batu kapur, dan puncak granit. Iklim tropis di wilayah ini mendukung hutan hujan lebat yang kaya keanekaragaman hayati, termasuk spesies langka dan endemik seperti harimau Malaya dan tokek batu Lenggong,

Geopark Lenggong juga menampilkan warisan geologi yang luar biasa, termasuk Tuf Lawin sebagai bukti aktivitas vulkanik purba yang terkait dengan superbenua Gondwana, serta aktivitas magmatis granit yang berhubungan dengan tumbukan tektonik global besar. Wilayah ini memiliki granit langka, patahan besar seperti Bok Bak, serta batuan suevit yang terbentuk akibat tumbukan meteorit sekitar 1,8 juta tahun lalu, juga menyimpan endapan abu letusan super Toba paling tebal di luar Sumatra, hasil salah satu letusan gunung berapi terbesar di Bumi sekitar 74.000 tahun lalu.

Dengan populasi sekitar 61.000 jiwa yang beragam secara etnis, termasuk masyarakat adat Orang Asli, sektor pertanian, akuakultur, dan pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi. Wilayah ini dikenal dengan ikan air tawar, warisan budaya, serta ekosistem hutan yang terjaga dan mendukung satwa unik serta mata pencaharian tradisional.

Geopark ini mencakup Lembah Lenggong, Situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki salah satu rangkaian arkeologi terpanjang di dunia, di mana alat batu, situs pemakaman, dan permukiman kuno mengungkap sejarah panjang adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan.

8. Geopark Global UNESCO Delta Sarawak, Malaysia

Terletak di bagian barat Sarawak, Malaysia, Geopark Global UNESCO Delta Sarawak berada di batas geologis utama tempat dua daratan kuno bertemu lebih dari 200 juta tahun yang lalu, selama perpecahan benua super Gondwana. Tabrakan ini membentuk fondasi Pulau Kalimantan dan telah menyebabkan terbentuknya zona jahitan Kuching, yang merupakan bukti kunci bagaimana daratan Asia Tenggara telah bergeser dari waktu ke waktu.

Kawasan ini menyimpan catatan panjang sejarah Bumi selama lebih dari 250 juta tahun, ketika pergerakan lempeng dan gaya tektonik secara bertahap membentuk ulang Kalimantan. Wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan sistem delta sungai luas.

Lebih dari 600.000 orang tinggal di sini, termasuk di Kuching, Kota Gastronomi UNESCO. Budaya lokal dan pariwisata berkelanjutan berkembang seiring konektivitas transportasi yang baik.

9. Geopark Global UNESCO Algarvensis, Portugal

Terletak di Algarve, geopark ini mencakup sejarah geologi 330 juta tahun, termasuk jejak tsunami gempa Lisbon 1755 dan Tambang Garam Loulé, yang merupakan titik terdalam di Portugal yang dapat diakses publik.

Algarvensis juga memiliki ekosistem Mediterania yang terjaga dengan baik serta lingkungan laut yang kaya, dan keanekaragaman hayati ini berdampingan dengan warisan budaya yang kuat, terlihat dari monumen megalitik, sistem tulisan kuno, peninggalan Romawi dan Islam, desa-desa tradisional, kerajinan tangan, serta gastronomi yang berakar pada Diet Mediterania.

Sebagai pusat pariwisata, kepadatan penduduk di wilayah pesisir meningkat tiga kali lipat pada bulan-bulan musim panas, dengan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada sektor jasa, sementara banyak wilayah pedalaman mengalami penurunan ekonomi dan jumlah penduduk

10. Geopark Global UNESCO Toratau, Rusia

Terletak di pertemuan bagian selatan Pegunungan Ural dan pinggiran timur Platform Eropa Timur, di Bashkortostan. Wilayah ini kaya akan situs geologi unik yang memiliki nilai ilmiah, sejarah, dan alam, dengan batuan yang berusia antara 1 miliar hingga 250 juta tahun.

Sorotan geologi utamanya adalah tiga gunung Shikhany, yaitu Toratau, Yuraktau, dan Kushtau, yang merupakan sisa-sisa dari terumbu penghalang raksasa yang terbentuk sekitar 280–300 juta tahun lalu. Geopark ini juga mencakup singkapan geologi penting di Usolka dan Dalny Tulkas, serta gua, air terjun, ngarai, sungai pegunungan, dan singkapan batuan terjal yang mengungkap sejarah panjang dan kompleks Pegunungan Ural Selatan.

Warisan alam dan budaya di Toratau saling terkait erat, karena geopark ini melestarikan reruntuhan permukiman kuno dan benteng yang memungkinkan pengunjung menyelami masa lalu kawasan tersebut serta mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat yang pernah menghuni wilayah ini.

11. Geopark Global UNESCO Dahar, Tunisia

Terletak di tepi timur laut Platform Sahara, Dahar menampilkan lapisan batuan datar yang terpelihara dengan baik dari Era Mesozoikum (sekitar 250–66 juta tahun lalu) serta beragam fitur petrografi, mineralogi, dan morfologi yang terbentuk akibat erosi dan perubahan alam.

Kawasan ini juga menandai lokasi terbukanya Great Rift sekitar 200 juta tahun lalu, yang memulai pembentukan Samudra Tethys serta pecahnya superbenua Pangaea menjadi Gondwana dan Laurasia. Salah satu sorotan penting adalah Jebel Tebaga, yang menjadi satu-satunya singkapan laut Periode Permian Akhir yang diketahui di Afrika, dan mengandung fosil laut berusia lebih dari 250 juta tahun.

Sekitar 330.000 orang tinggal di wilayah geopark ini, di mana pertanian dan peternakan yang dibentuk oleh kondisi lingkungan kering menjadi aktivitas ekonomi utama.

12. Geopark Global UNESCO Manantiales Serranos, Uruguay

Terletak di tenggara Uruguay, di Departemen Lavalleja. Wilayah ini memiliki sejarah geologi yang kaya, dengan lebih dari 80 persen wilayahnya tersusun dari batuan metamorf dan batuan beku yang mencatat aktivitas tektonik yang signifikan. Lebih dari 28 jenis litologi yang berbeda serta endapan mineral berharga menjadi bukti pembentukan dan perpecahan superbenua purba seperti Rodinia dan Gondwana.

Catatan geologi juga mendokumentasikan pembukaan Samudra Atlantik pada era Mesozoikum, yang menyebabkan terpisahnya Amerika Selatan dan Afrika, diikuti oleh proses tektonik berupa pengangkatan, erosi, non-deposisi, dan sedimentasi yang disertai perubahan iklim.

Komunitas menjadi inti dari nama “Manantiales Serranos” (yang berarti “Mata Air Pegunungan”), yang bahkan ditetapkan melalui proses berbasis partisipasi masyarakat untuk mencerminkan lanskap perbukitan dan sumber air yang melimpah di wilayah tersebut. Kawasan ini merupakan hulu Sungai Santa Lucía, cekungan terbesar ketiga di Uruguay, yang menyediakan air minum bagi 60% penduduk dan mendukung sebagian besar industri negara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya