MTEL Raup Laba Bersih Rp 545 Miliar di Kuartal I 2026

Mitratel (MTEL) membukukan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun dan laba bersih mencapai Rp545 miliar.

oleh Septian DenyDiterbitkan 01 Mei 2026, 06:00 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid. Pada kuartal I 2026, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun atau tumbuh 1,4% secara  tahunan.

Laba bersih perusahaan mencapai Rp545  miliar atau meningkat 3,6% YoY. EBITDA margin juga tetap terjaga kuat di level 82,7%, mencerminkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan yang berkelanjutan.

Dengan struktur permodalan yang sehat dan leverage yang terkendali, Mitratel memiliki fleksibilitas yang memadai untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik yang selektif sepanjang tahun 2026.

Transformasi bisnis Mitratel tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Perseroan kini mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower yang terintegrasi. Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, Mitratel  juga tengah  memperkuat  ekosistem  layanannya melalui usulan penambahan  kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS), sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menghadirkan akses internet yang berkualitas dan terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.

Dari sisi operasional, hingga Kuartal I 2026 Mitratel mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9% secara tahunan. Lebih dari 59% portofolio tersebut berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), mencerminkan fokus ekspansi yang sejalan dengan kebutuhan pemerataan infrastruktur nasional.

 

 

Kualitas Infrastruktur

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3% menjadi 23.006 unit, serta peningkatan tenancy  ratio  menjadi  1,57x  yang  menunjukkan  semakin  optimalnya  produktivitas  aset. 

Di  sisi lain, jaringan fiber optic Perseroan tumbuh signifikan sebesar 17,3% menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel sebagai mitra utama dalam pengembangan Fiber-to-the- Tower (FTTT).

Kinerja operasional tersebut turut mendorong  pertumbuhan keuangan yang tetap solid.  Ke depan, Perseroan berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, serta pengembangan layanan Power-as-a-Service menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah yang menjadi karakteristik utama teknologi tersebut.

Di sisi keberlanjutan, Mitratel juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and  Governance  (ESG).  Dengan  skor risiko ESG  sebesar  18,8  atau  dalam  kategori  risiko rendah dari Sustainalytics, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.

Dengan fundamental yang kuat, skala aset yang luas, serta strategi yang terintegrasi, Mitratel

optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya