Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SD) 5 Sukaratu, Kecamatan Majasari, Banten, meninggal setelah ditabrak mobil yang dikendarai Ahmad Mursidi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Pandeglang. Mobil itu menabrak kerumunan siswa SD 5 Sukaratu.
Saat peristiwa nahas itu terjadi, pejabat di Pemkab Pandeglang itu mengemudikan mobil seorang diri, dengan selang oksigen menempel dihidung, mengenakan kaos dan celana pendek. Falta terungkap, Ahmad Mursidi ternyata mengidap penyakit diabetes.
Advertisement
"Berdasarkan keterangan dia punya sakit diabet, dia sendiri di dalam mobil," ujar Rika, Guru SDN 5 Sukaratu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis, (30/04/2026).
Total, ada 9 orang jadi korban tabrakan tersebut, dengan korban meninggal 1 siswa Kelas 4 SDN 5 Sukaratu, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Korban terdiri dari 7 pelajar kelas 4 hingga 6, kemudian pedagang satu orang dan sales satu orang.
"Posisi anak saya lagi jajan, luka-luka. Yang meninggal itu satu orang, anak kelas 4. (Luka-luka anak saya) di Kaki, mulut sama jidat," ujar Irma, orangtua salah satu korban tabrakan, di RSUD Berkah Pandeglang, Kamis, (30/04/2026).
Diperiksa Polisi
Diberitakan sebelumnya, mobil Innova hitam dengan plat nomor A 1633 BF yang dikendarai Ahmad Mursidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Pandeglang, melaju dari Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kemudian di depan SDN 5 Sukaratu, mobil tersebut menabrak kerumunan siswa yang sedang jajan dipinggir jalan.
"Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh Satlantas Polres Pandeglang, kita masih mengumpulkan keterangan saksi dan lain-lain," terangnya.
Seorang Siswa SD Meninggal
Dari kejadian tersebut, satu pelajar meninggal dunia, kemudian 6 siswa serta dua masyarakat terluka dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.
"Sampai saat ini untuk korban meninggal dunia ada 1, kemudian 6 orang dirawat di RS. Pekerjaannya PNS. Pedagang dan sales yang masih di rawat," ujar Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, Kamis (30/04/2026).