PM Anwar Ibrahim Kutuk Penahanan 10 Warga Malaysia dalam Misi Global Sumud Flotilla

Pernyataan ini disampaikan oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam akun Instagram pribadinya.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 30 April 2026, 18:05 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam KTT ASEAN di Kuala Lumpur pada 26 Mei 2025. (Dok. AP/Vincent Thian)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam keras penahanan 10 warga negaranya yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan internasional. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum maritim internasional dan mencederai prinsip kemanusiaan global.

Dalam pernyataan resminya, Anwar menuding tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap misi tersebut sebagai aksi kekerasan yang tidak dapat dibenarkan. Ia bahkan menyamakan tindakan tersebut dengan praktik perompakan di laut.

“Saya mengutuk tindakan ganas rejim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan antarabangsa, satu pelanggaran nyata undang-undang maritim dan menyerupai tindakan lanun,” ujar Anwar dalam akun Instagram pribadinya pada Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 10 warga Malaysia termasuk dalam kelompok aktivis yang ditahan. Mereka merupakan bagian dari rombongan internasional yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla, yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain itu, dilaporkan enam dari total 22 kapal dalam misi tersebut turut ditahan.

Anwar menegaskan bahwa Malaysia mendesak semua pihak terkait untuk segera bertindak guna memastikan keselamatan para aktivis, termasuk warga negaranya yang saat ini dilaporkan terputus komunikasi.

“Keselamatan mereka mesti dijamin tanpa kompromi,” tegasnya.

Pemerintah Malaysia, lanjut Anwar, saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dan bekerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mengupayakan pembebasan para aktivis secepat mungkin. Upaya diplomatik terus dilakukan di tengah situasi yang disebutnya sebagai “getir”.

Dalam pernyataannya, Anwar juga menekankan pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan di atas segala perbedaan, terutama dalam kondisi krisis.

“Dalam situasi ini, ihsan dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbezaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut,” katanya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar seluruh aktivis, termasuk warga Malaysia, berada dalam kondisi selamat dan segera dibebaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya