Setelah 5 Hari Pencarian, Pria Hanyut di Sungai Garahan Jember Ditemukan Tak Bernyawa

​Korban bernama Buyang (35), warga Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan pada pukul 13.30 WIB, Kamis (30/4/2026).

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 30 April 2026, 15:35 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad korban ke Rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah lima hari pencarian intensif, teka-teki hilangnya seorang pria yang hanyut di Sungai Garahan Jember akhirnya terjawab. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026) siang.

​Korban bernama Buyang (35), warga Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan pada pukul 13.30 WIB.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa menjelaskan bahwa posisi penemuan korban cukup jauh dari titik awal kejadian.

​"Korban ditemukan sekitar 4,8 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP). Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Soebandi Jember untuk proses penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ungkap Oka Astawa.

​Pencarian hari kelima ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Regu pertama Melakukan penyisiran darat dan sungai sejauh 6,1 kilometer. Sedangkan regu ke dua melakukan pemantauan visual di permukaan sungai sepanjang 4,2 kilometer.

"​Sinergi antara metode visual dan penyisiran jarak jauh ini terbukti efektif dalam memetakan area hilangnya korban hingga akhirnya membuahkan hasil di siang hari," tambahnya.

 

Kerja Keras

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban (Istimewa)

​Keberhasilan misi ini merupakan buah kerja keras kolektif berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Jember, TNI/Polri (Polsek dan Koramil Sempolan), BPBD Jember, PMI, hingga organisasi relawan lainya.

​Setelah penemuan tersebut, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing pada pukul 14.20 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

​"Kami mengapresiasi dedikasi luar biasa dari seluruh unsur yang terlibat. Sinergi ini adalah kunci utama dalam setiap misi kemanusiaan yang kami jalankan," tutup Oka Astawa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya