Telepon Tengah Malam Dasco ke Prabowo Berbuah Anggaran Rp 4 Triliun untuk Perlintasan KA

Dasco melalui sambungan telpon, menyampaikan kepada Presiden terkait situasi korban dan adanya aspirasi terkait pembangunan flyover.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 30 April 2026, 12:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (22/11/2025). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Senin (27/4) malam, usai meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Rel Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dasco melalui sambungan telepon, menyampaikan kepada Presiden terkait situasi korban dan adanya aspirasi yang disampaikan Walikota Bekasi dan Kapolda Metro Jaya terkait pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api dan pos penjagaan. Serta kondisi sarana perkeretaapian seperti minimnya palang pintu perlintasan kereta kepada Presiden Prabowo.

Dasco juga menyampaikan upaya penyelesaian masalah jangka panjang dengan mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terhambat anggaran.

Menurut Pras, Presiden langsung merespons cepat dengan menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi keesokan harinya dan menyiapkan anggaran Rp 4 triliun untuk perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Pulau Jawa.

“Wakil ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut, akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Prasetyo menyebut Prabowo sudah memberikan arahan langsung agar korban kecelakaan kereta di Bekasi ditangani maksimal dan menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian. Serta dipikirkan langkah antisipasi sehinga hal-hal tersebut tidak terjadi kembali.

 

Pembangunan Flyover

Sebelumnya, Pemerintah memastikan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Prabowo menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk opsi penambahan penjagaan maupun sistem pengamanan lainnya di setiap titik rawan. Bentuknya bisa pos jaga atau lainnya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar yang difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

“Kami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan, sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan," ucap Prabowo.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya