Liputan6.com, Jakarta - PT Samindo Resources Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar USD 3,75 juta pada tiga bulan pertama tahun ini. Dengan raihan pendapatan sebesar USD 40,96 juta pada kuartal I 2026.
Capaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan kinerja top-line yang stabil di tengah dinamika industri pertambangan.
Advertisement
Realisasi laba bersih ini dikatakan hasil upaya menjaga tingkat margin keuntungan melalui implementasi strategi efisiensi biaya dan utilisasi aset yang terukur di seluruh lini operasi hulu ke hilir.
"Kinerja operasional dan finansial pada kuartal pertama 2026 merefleksikan resiliensi model bisnis Perseroan. Solidnya volume overburden removal dan pencapaian target proporsional pada coal getting merupakan hasil dari disiplin eksekusi di lapangan serta kesiapan utilitas alat berat kami," ujar Corporate Secretary Perseroan, Ahmad Zaki Natsir di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pertumbuhan yang stabil ini didorong optimalisasi armada berat dan kondisi cuaca di area tambang yang mendukung kelancaran aktivitas pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting), hingga pengangkutan batubara (coal hauling).
Sepanjang kuartal I 2026, aktivitas overburden removal tetap menjadi jangkar utama operasional Perseroan dengan capaian pertumbuhan yang sangat positif.
Volume overburden removal berhasil melonjak 10% menjadi 8,42 juta bank cubic meter (bcm), dibandingkan dengan 7,65 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu.
Segmen coal getting
Kinerja solid pada segmen pengupasan lapisan tanah ini sejalan dengan peningkatan pada segmen coal getting, di mana Perseroan mencatatkan kenaikan volume sebesar 7% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dari sebelumnya 1,34 juta ton.
Melengkapi tren pertumbuhan operasional di awal tahun ini, segmen coal hauling juga bergerak stabil dengan volume yang sedikit meningkat menjadi 5,86 juta ton, dibandingkan capaian 5,75 juta ton pada kuartal pertama tahun sebelumnya.
Stabilitas produktivitas dari operasional inti tersebut memberikan fondasi yang kuat bagi pencapaian finansial Perseroan.
Ke depan, dia mengatakan manajemen akan terus mempertahankan fokus pada optimalisasi aset produktif dan pengendalian biaya (cost control) yang ketat.
"Kami optimis fundamental operasional yang kuat ini akan mengamankan target tahunan Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," kata dia.