Liputan6.com, Kairo - Seorang turis asal Jerman meninggal dunia setelah digigit ular saat berlibur di Mesir. Pria berusia 57 tahun yang identitasnya tidak diungkap itu diketahui menghadiri pertunjukan pawang ular bersama keluarganya ketika insiden tersebut terjadi awal bulan ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh kepolisian Jerman, yang tidak merinci tanggal pasti kejadian.
Advertisement
Keluarga yang terdiri dari tiga orang dan berasal dari wilayah Unterallgau, Jerman, itu sedang menginap di sebuah resor di Hurghada, kawasan pesisir Laut Merah, Mesir. Hal ini dikonfirmasi dalam pernyataan resmi Kepolisian Bavaria pada Senin (27/4/202), seperti dikutip dari laporan CNN.
Selama menginap, mereka menghadiri pertunjukan yang menjadi bagian dari program hiburan hotel. Pertunjukan tersebut melibatkan dua ekor ular yang diyakini sebagai kobra, di mana pawang menggantungkan ular tersebut di leher para penonton.
Dalam pernyataan polisi disebutkan bahwa insiden mematikan itu terjadi ketika salah satu ular berhasil masuk ke dalam pakaian turis asal Jerman tersebut.
"Salah satu ular merayap masuk ke dalam celana seorang pria berusia 57 tahun, yang mengakibatkan gigitan pada kaki turis Jerman tersebut," demikian isi pernyataan polisi. "Ia kemudian menunjukkan gejala keracunan yang jelas dan memerlukan tindakan resusitasi."
Pria tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat, di mana ia kemudian meninggal dunia.
Pihak Inspektorat Polisi Kriminal Memmingen telah meluncurkan penyelidikan terkait keadaan yang menyebabkan kematian pria tersebut. Hasil pemeriksaan toksikologi masih menunggu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 81.000 hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia akibat gigitan ular, sementara sekitar tiga kali lipat jumlah tersebut mengalami amputasi dan disabilitas permanen lainnya.