Liputan6.com, Jakarta - Aksi nekat seorang pemuda yang diduga mencuri handphone di sebuah warung kawasan Kebon Jeruk, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, berujung dramatis. Pelaku sempat kabur, membuang barang bukti, hingga memanjat genting rumah kosong sebelum akhirnya menyerah setelah dikepung warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) dan sempat menghebohkan warga sekitar. Pelaku awalnya berpura-pura mengamen di warung untuk mengelabui situasi.
Advertisement
Seorang warga setempat, Dayat, mengungkapkan pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk melancarkan aksinya.
“Awalnya dia ngamen di warung, terus ambil handphone, langsung kabur,” ujar Dayat, Selasa (28/4).
Aksi pencurian itu dengan cepat disadari warga. Pelaku pun langsung dikejar hingga panik dan membuang barang yang dibawanya, termasuk handphone dan gitar.
“Diuber sama warga, handphone-nya dilempar, gitarnya juga dibuang,” katanya.
Dalam upaya melarikan diri, pelaku nekat memanjat pagar dan naik ke atap genting rumah kosong. Warga yang terus mengejar kemudian mengepung lokasi dan meminta pelaku turun.
“Dia (pelaku) naik ke genting rumah kosong, terus disuruh turun sama warga,” lanjut Dayat.
Setelah sempat bertahan, pelaku akhirnya menyerah. Namun saat turun, ia sempat mendapat amukan dari pihak keluarga korban sebelum diamankan polisi.
Pelaku Diamankan
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku sudah diamankan sejak sehari sebelumnya.
“Benar, kejadiannya kemarin (Senin, 27 April 2026), pelaku sudah diamankan,” ujarnya.
Restorative Justice
Meski sempat diamankan, kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum. Polisi menyebut korban memilih menyelesaikan perkara secara kekeluargaan melalui mekanisme restorative justice.
“Korban hanya minta handphone-nya dikembalikan dan tidak ingin melanjutkan ke proses hukum. Kami sudah fasilitasi penyelesaian secara restorative di Polsek,” jelasnya.