Menhub Pantau Langsung Proses Evakuasi Penumpang Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL

Kecelakaan terjadi antara KRL dan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 28 April 2026, 01:15 WIB
Kantor SAR Jakarta bersama Unit Siaga SAR Bekasi mengerahkan personel ke lokasi insiden tabrakan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa kecelakaan antara KRL dan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tabrakan tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026), malam.

Pihak Kemenhub memastikan proses evakuasi dilakukan dengan cepat dengan prioritas keselamatan para korban.

“Saat ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah berada di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar,” tulis Kemenhub dalam pernyataan resmi, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Kemenhub memastikan, proses evakuasi masih berjalan dengan terus berkoordinasi secara intensif. Koordinasi dengan seluruh pihak dipastikan berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan. 

Proses evakuasi akan beriringan untuk pendataan para korban. Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut.

“Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan,” bunyi keterangan resmi Kemenhub. 

Ada Tabrakan Kereta, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasarsenen Dihentikan

Tabrakan antara kereta api (KA) Jarak Jauh dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi pada Senin, 27 April 2026, malam. (Sumber: @sahabat_kereta)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengehntikan sementara seluruh perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen. Lantaran, KAI dan tim gabungan tengah melakukan evaluasi.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan fokus saat ini adalah evakuasi korban terdampak tabrakan KA 4 Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Untuk itu, seluruh perjalanan KAJJ dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen dihentikan malam ini.

"Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan," kata Anne dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Listrik Aliran Atas Dimatikan Sementara

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah penanganan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Stasiun Cibitung hingga Bekasi Timur dinonaktifkan sementara. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan hal itu sebagai bagian dari keamanan operasional.

"Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan," kata Franoto dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).

 

Investigasi Penyebab Kecelakaan

KRL Ditabrak Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi

Diketahui, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Satu kereta khusus penumpang wanita nampak ringsek dihantam lokomotif KA Jarak Jauh tersebut.

Franoto menyebut, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

"Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala," tutur Franoto.

 

Kronologi Tabrakan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. (Istimewa)

Franoto menjelaskan, tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.

Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.

“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.

KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya