2 Penerbangan Haji Indonesia Terkendala, Jemaah Dapat Pendampingan Penuh

Pemerintah terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait guna mempercepat penyelesaian kendala teknis penerbangan jemaah haji Indonesia.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 28 April 2026, 12:00 WIB
Jumpa pers Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terkait update operasional haji, 27 April 2026. (dok. tangkapan layar YouTube Kementerian Haji dan Umrah)

Liputan6.com, Jakarta - Dua penerbangan jemaah haji Indonesia mengalami gangguan teknis dalam dua hari terakhir. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah terdampak tetap mendapat layanan dan pendampingan penuh selama proses penanganan berlangsung.

Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaf mengatakan saat jumpa pers, Senin 27 April 2026, insiden pertama terjadi pada Minggu 26 April 2026 ketika pesawat Saudia Airlines rute Surabaya–Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu, Medan.

Keputusan tersebut diambil setelah terdeteksi gangguan pada sistem hidrolik pesawat. Sebanyak 380 jemaah yang berada dalam penerbangan itu langsung dialihkan ke tiga hotel di sekitar bandara.

Petugas haji terus mendampingi dan memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi selama menunggu kelanjutan perjalanan.

Gangguan berikutnya terjadi sehari setelahnya, Senin 27 April 2026. Pesawat yang mengangkut jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami masalah pada sistem flight control setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam.

Hingga saat ini, proses perbaikan masih berlangsung sambil menunggu ketersediaan suku cadang. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, jemaah diberikan pilihan akomodasi di beberapa hotel dengan pengawasan petugas.

"Jemaah diberikan opsi akomodasi di lima hotel dengan pendampingan penuh oleh petugas," ujar Maria.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait guna mempercepat penyelesaian kendala teknis agar keberangkatan jemaah dapat segera dilanjutkan. Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

"Keselamatan dan kenyamanan jemaah merupakan prioritas utama," tandasnya.

Update Kedatangan Jemaah Haji

Kloter SUB-12, yang membawa jemaah haji asal kota Malang, tiba di Bandara Madinah. (dok. Media Center Haji 2026)

Berdasarkan data per Minggu pukul 24.00 WIB, proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi di Tanah Air berlangsung tertib dan lancar. Secara kumulatif, sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) dengan total 34.657 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, data kedatangan di Madinah mencatat 78 kloter dengan jumlah 30.611 jemaah telah tiba di Tanah Suci. Setibanya di bandara, para jemaah langsung mendapat layanan dari petugas haji sebelum diarahkan menuju hotel masing-masing.

Petugas memastikan seluruh proses kedatangan berjalan teratur dengan mengedepankan pelayanan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

"Setibanya di bandara, jemaah langsung kami arahkan ke hotel dengan pendampingan petugas, terutama untuk lansia dan kelompok rentan," kata Maria.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya