Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas berupa penghentian operasional sementara (suspend) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Keputusan tersebut dipicu insiden ratusan siswa dan puluhan guru di SMAN 6 Bandar Lampung mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Benar, kejadiannya hari Rabu. Kemudian Kamis langsung di-suspend,” kata Kasubag TU KPPG Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarizi saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Advertisement
Fitra menjelaskan, penghentian operasional tersebut tertuang dalam surat keputusan BGN Nomor: 1903/D.TWS/04/2026. Tak hanya itu, penyaluran dana bantuan pemerintah untuk SPPG Way Lunik juga ikut dihentikan sementara.
Menurutnya, sanksi baru bisa dicabut jika pihak SPPG telah melakukan perbaikan menyeluruh dan menyerahkan bukti pendukung yang sah.
“Pencabutan status suspend hanya bisa dilakukan setelah ada bukti perbaikan, diverifikasi, dan dinyatakan selesai,” tegasnya.
Pengawasan SPPG Diperketat
Pascakejadian tersebut, KPPG Lampung-Bengkulu memastikan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG di wilayahnya. Pengelola diminta lebih disiplin, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan.
Selain itu, inspeksi mendadak (sidak) juga akan digencarkan untuk memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sedang siapkan surat perintah untuk tim turun langsung menyidak dapur-dapur,” ujar Fitra.
Tak hanya mengandalkan pengawasan internal, masyarakat juga diminta aktif melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.
Laporan bisa disampaikan melalui layanan pengaduan 127 atau langsung ke kantor KPPG Bandar Lampung.
Berdasarkan data yang dihimpun Liputan6.com, sebanyak 147 siswa dan 25 guru SMAN 6 Bandar Lampung dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Para korban mengeluhkan sakit perut hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, yang kini masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.