Profil Timnas Kolombia di Piala Dunia 2026: Ambisi La Tricolor Menggebrak Amerika Utara

Simak profil Timnas Kolombia, salah satu kontestan Piala Dunia 2026, yang siap menggebrak panggung global dengan perpaduan pengalaman dan talenta muda.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 28 April 2026, 11:00 WIB
Pemain Timnas Kolombia, James Rodriguez, merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya ke gawang Bolivia dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Metropolitano, Barranquilla, Kolombia, Kamis, 4 September 2025. (AP Photo/Fernando Vergara)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Kolombia kembali mengukir sejarah dengan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, menandai kembalinya mereka ke panggung sepak bola global setelah absen pada edisi sebelumnya.

 

Kekuatan utama Kolombia terletak pada lini serang yang mematikan. Luis Diaz dari Liverpool menjadi bintang utama dengan kecepatan dan kreativitasnya, didukung James Rodriguez yang kembali on fire meski usianya menginjak 34 tahun.

Di Copa America 2024, Kolombia mencapai final tetapi kalah adu penalti dari Argentina, membuktikan ketangguhan bertahan mereka. Strategi serangan balik cepat dan pressing tinggi juga menjadi senjata utama.

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara akan jadi panggung besar bagi Kolombia. Dengan pengalaman dan semangat juang khas Amerika Selatan, La Tricolor berpotensi mengulang kejayaan ketika mencapai tiga edisi Piala Dunia atau bahkan melaju ke semifinal.


Perjalanan Kolombia Menuju Piala Dunia 2026

Cesar Inga (kiri) dari Peru dan Daniel Munoz dari Kolombia berduel udara untuk memperebutkan bola dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di stadion Metropolitano di Barranquilla, Kolombia, Jumat, 6 Juni 2025. (AP Photo/Fernando Vergara)

Kolombia menunjukkan performa gemilang dalam kualifikasi zona CONMEBOL, di mana Kolombia menunjukkan dominasi dan konsistensi yang patut diacungi jempol. Mereka berhasil menyelesaikan penyisihan pada peringkat ketiga dengan mengumpulkan 28 poin dari 18 pertandingan.

Perjalanan mereka diwarnai dengan kemenangan-kemenangan penting yang menunjukkan kekuatan tim, termasuk hasil positif atas Brasil dan Argentina di rumah sendiri.

Keberhasilan ini menempatkan Kolombia langsung lolos ke Piala Dunia 2026, bergabung dengan kekuatan sepak bola Amerika Selatan lainnya seperti Argentina, Ekuador, Uruguay, Brasil, dan Paraguay.


Rapor Kolombia di Piala Dunia

Radamel Falcao pemain depan Kolombia merayakan setelah mencetak gol melawan Paraguay pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia Brazil 2014 di Stadion Roberto Melendez, Barranquilla, Kolombia, 12 Oktober 2012. (Foto AFP / Eitan Abramovich)

Kolombia memiliki sejarah partisipasi yang cukup panjang di Piala Dunia, dengan edisi 2026 ini menjadi penampilan ketujuh mereka di turnamen paling bergengsi tersebut. Debut mereka terjadi pada tahun 1962 di Chile, dan sejak itu, mereka telah menunjukkan pasang surut performa di kancah internasional. Setelah absen di Piala Dunia 2022 Qatar, kembalinya Kolombia ke panggung global untuk edisi 2026 sangat dinantikan oleh para penggemar.

Prestasi terbaik La Tricolor di Piala Dunia adalah mencapai perempat final pada tahun 2014 di Brasil. Pada turnamen tersebut, James Rodriguez tampil memukau dan berhasil meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak dengan enam gol, termasuk tendangan voli spektakuler yang tak terlupakan melawan Uruguay.

Lanjut Baca:

Kampanye 2014 juga menjadi momen bersejarah karena Kolombia mencatatkan kemenangan babak gugur pertama di Piala Dunia, mengalahkan Uruguay 2-0 sebelum akhirnya tersingkir di perempat final oleh Brasil dengan skor tipis 1-2. Kolombia juga pernah mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2018, menunjukkan konsistensi dalam mencapai fase gugur. Mengingat kembali sejarah, partisipasi Kolombia di Piala Dunia 1994 juga membawa pelajaran berharga. Timnas Kolombia saat itu dikenal sebagai 'generasi emas' dengan talenta luar biasa, bahkan sempat mengalahkan Argentina 5-0 di Buenos Aires. Namun, tragedi menimpa Andres Escobar, yang mencetak gol bunuh diri dan kemudian dibunuh, menjadi pengingat pahit tentang sisi gelap fanatisme dalam sepak bola.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya