Metro Sepekan: Produsen Makanan di Jakarta Bakal Diawasi Ketat, Ketahuan Pakai Ikan Sapu-Sapu Ditindak

Berita metro sepekan terkait Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta bakal mengawasi ketat pengolahan pangan yang memanfaatkan ikan sapu-sapu.

oleh Devira PrastiwiAdy AnugrahadiWinda NelfiraDiterbitkan 27 April 2026, 08:30 WIB
Operasi ini akan terus berlanjut sebagai langkah pemulihan kualitas perairan Jakarta. Tampak foto menunjukkan tumpukan ikan sapu-sapu, spesies invasif, yang ditangkap oleh petugas pemerintah di salah satu danau yang terhubung dengan sungai di Jakarta pada Jumat 24 April 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Berita metro sepekan terkait Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta bakal mengawasi ketat pengolahan pangan yang memanfaatkan ikan sapu-sapu.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menyatakan langkah ini disiapkan di tengah kekhawatiran penggunaan ikan tersebut dalam produk olahan seperti Siomay.

Sebenarnya, kata dia, pengawasan terhadap pelaku usaha binaan Pemprov DKI Jakarta sejauh ini telah dilakukan secara ketat. Termasuk dari aspek kebersihan hingga kehalalan produk.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut inovasi tersebut mengacu pada Brasil, yang mengolah ikan sapu-sapu menjadi berbagai bahan, termasuk arang.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.

Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan yang dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berita lain yang terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah terkait sebuah angkutan kota (angkot) ludes dilalap si jago merah di dekat kantor kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Di balik kebakaran itu, ada cerita miris.

Pengemudinya rupanya disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup. Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengungkap, korban S (52), menderita luka bakar serius akibat kejadian ini.

Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial P (38) nekat membakar korban usai cekcok soal antrean angkot. Kejadian bermula saat korban sedang giliran untuk mengangkut penumpang. Pelaku tiba-tiba menyela antrean hingga ditegur.

Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

1. Produsen Makanan di Jakarta Bakal Diawasi Ketat, Ketahuan Pakai Ikan Sapu-sapu Bakal Ditindak

Warga Tengah Menyiangi Ikan Sapu-Sapu di Pinggir Kali (Tangkapan Layar Instagram Walkot Jakpus, Arifin @arifinofficial_)

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta bakal mengawasi ketat pengolahan pangan yang memanfaatkan ikan sapu-sapu.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyatakan langkah ini disiapkan di tengah kekhawatiran penggunaan ikan tersebut dalam produk olahan seperti Siomay.

“Iya (akan ada penindakan khusus),” kata Hasudungan kepada Liputan6.com, Senin 20 April 2026.

Sebenarnya, kata dia, pengawasan terhadap pelaku usaha binaan Pemprov DKI Jakarta sejauh ini telah dilakukan secara ketat. Termasuk dari aspek kebersihan hingga kehalalan produk.

"Pada umumnya untuk binaan Jakprenuer binaan Dinas KPKP sudah ada pembinaan secara higiene dan sanitasi bahkan sampai halal MUI (Majelis Ulama Indonesia)," ujarnya.

 

Selengkapnya...

2. Belajar Cara Brasil, Rano Karno Ingin Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Arang

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (14/2/2026). (Antara)

Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut inovasi tersebut mengacu pada Brasil, yang mengolah ikan sapu-sapu menjadi berbagai bahan, termasuk arang.

“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’,” kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 21 April 2026.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.

Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan yang dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

Selengkapnya...

3. Cerita di Balik Sopir Angkot Dibakar Hidup-hidup di Tanah Abang

Sebuah angkutan kota (angkot) ludes dilalap si jago merah di dekat kantor kecamatan Tanah Abang, Jakarta. (Foto tangkapan layar dari media sosial).

Sebuah angkutan kota (angkot) ludes dilalap si jago merah di dekat kantor kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Di balik kebakaran itu, ada cerita miris.

Pengemudinya rupanya disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengungkap, korban S (52), menderita luka bakar serius akibat kejadian ini.

"Korban S menderita luka bakar pada punggung, bokong sisi kiri dan tangan sisi kiri," kata Dhimas saat dikonfirmasi, Sabtu 25 April 2026.

Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial P (38) nekat membakar korban usai cekcok soal antrean angkot. Kejadian bermula saat korban sedang giliran untuk mengangkut penumpang. Pelaku tiba-tiba menyela antrean hingga ditegur.

 

Selengkapnya...

Infografis Kenapa Ikan Sapu-Sapu Dikategorikan Invasif. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya