Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis perkembangan giat pemantauan dan Penyelidikan kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua yang terjadi dalam rentang waktu 2025 hingga awal 2026.
Menurut Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, ada 6 kasus kasus pelanggaran HAM di Papua yang perlu mendapat atensi nasional. Pertama, pada Kasus 5 konflik lahan di Papua Selatan.
Advertisement
Komnas HAM menemukan adanya konflik tanah dan hutan yang terjadi di 5 Kampung Masyarakat Adat yaitu, Kampung Soa di Distrik Tanah Miring, Kampung Blandinkakayo/Sermayam di Distrik Jagebob, Kampung Onggari dan Domande di Distrik Tanah Miring dan Kampung Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Sementara itu, Praka Rico Pramudia gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gugur di Libanon. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kini menaikkan pangkatnya menjadi kopda anumerta.
Menurut Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang bersangkutan akan dimakamkan di Sumatera Utara (Sumut).
Dikonfirmasi terpisah, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, saat ini perwakilan Indonesia menyiapkan pemulangan jenazah Kopda Rico Pramudia yang gugur di Lebanon.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Sekretariat Kabinet, Sabtu 25 April 2026.
Mengutip pernyataan dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut membahas berbagai progres dan rencana strategis di bidang ketenagakerjaan, termasuk Program Magang Nasional 2025-2026.
Teddy menuturkan, program tersebut saat ini sedang diikuti 100.000 peserta magang, dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 400 ribu orang. Untuk periode 2026-2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang.
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 26 April 2026:
1. Komnas HAM Catat 6 Kasus Pelanggaran HAM di Papua Sejak 2025 hingga Awal 2026
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis perkembangan giat pemantauan dan Penyelidikan kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua yang terjadi dalam rentang waktu 2025 hingga awal 2026.
Menurut Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, ada 6 kasus kasus pelanggaran HAM di Papua yang perlu mendapat atensi nasional. Pertama, pada Kasus 5 konflik lahan di Papua Selatan.
Komnas HAM menemukan adanya konflik tanah dan hutan yang terjadi di 5 Kampung Masyarakat Adat yaitu, Kampung Soa di Distrik Tanah Miring, Kampung Blandinkakayo/Sermayam di Distrik Jagebob, Kampung Onggari dan Domande di Distrik Tanah Miring dan Kampung Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
"Konflik tanah dan hutan terjadi karena aktivitas perusahaan yang masuk dalam pelaksanaan Program Srategis Nasional (PSN) sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional," ujar Anis seperti dikutip Minggu 26 April 2026.
2. Gugur di Lebanon, Kopda Rico Pramudia akan Dimakamkan di Sumut
Praka Rico Pramudia gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gugur di Libanon. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kini menaikkan pangkatnya menjadi kopda anumerta.
Menurut Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang bersangkutan akan dimakamkan di Sumatera Utara (Sumut).
"Rencana di Sumut," ujar Aulia saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu 26 April 2026.
Dikonfirmasi terpisah, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, saat ini perwakilan Indonesia menyiapkan pemulangan jenazah Kopda Rico Pramudia yang gugur di Lebanon.
3. Seskab Terima Menaker Yassierli Bahas soal Progres Program Magang Nasional
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Sekretariat Kabinet, Sabtu 25 April 2026.
Mengutip pernyataan dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut membahas berbagai progres dan rencana strategis di bidang ketenagakerjaan, termasuk Program Magang Nasional 2025-2026.
Teddy menuturkan, program tersebut saat ini sedang diikuti 100.000 peserta magang, dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 400 ribu orang. Untuk periode 2026-2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang.
"Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor dan memperoleh upah bulanan sesuai UMP dari Pemerintah Pusat menjadi dorongan lebih bag para lulusan sarjana untuk mendaftar," kata Teddy seperti dikutip Minggu 26 April 2026.