Duduk Perkara Anggota TNI AL Dipukul di Terminal Terpadu Depok, Pelaku Tak Berkutik Ditangkap

Pelaku kesal korban menegur istrinya yang sedang memarahi anak mereka.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 26 April 2026, 13:49 WIB
Pelaku Pemukulan Anggota TNI di Terminal Depok (Foto: Polres Depok)

Liputan6.com, Jakarta - Tersangka pemukulan anggota TNI AL di kawasan Terminal Terpadu Kota Depok ditangkap. Pemukulan terhadap anggota TNI AL karena tersangka tidak terima korban menegur istrinya yang sedang memukul anak mereka.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan insiden pemukulan terhadap anggota TNI AL berpangkat Peltu .

“Tersangka sudah diamankan di Polres Metro Depok,” ujar Made saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (26/4/2026).

Made menjelaskan, tersangka masih menjalani proses pemeriksaan dan dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan sementara, pemukulan disebabkan korban menegur ibu yang memarahi dan memukul anaknya.

“Karena tidak diterima terjadilah pemukulan,” jelas Made.

Made belum dapat memberikan penjelasan secara lengkap dikarenakan kasus pemukulan masih dilakukan pemeriksaan. Polres Metro Depok akan melakukan pengusutan terkait pemukulan yang dialami korban.

“Nanti perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali,” ucap Made.

 

Lokasi pemukulan anggota TNI di Terminal Depok (Foto: Polres Depok)

Korban Sampai Terjatuh

Sementara, salah seorang saksi, Rifan, mengatakan, peristiwa pemukulan anggota TNI AL terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam. Saat itu, korban yang menggunakan pakaian sipil menegur seorang ibu yang memukul anaknya.

“Usai menegur, ada seorang pria yang marah langsung memukul, diduga orang yang memukul suami dari ibu itu,” ucap Rifan.

Tersangka tidak terima karena istrinya ditegur korban kemudian melakukan pemukulan. Bahkan beberapa orang lainnya ikut memukul korban hingga terjatuh.

“Korbannya sempat terjatuh, petugas keamanan stasiun sempat melerai karena kejadiannya di depan akses masuk ke Stasiun Depok Baru,” terang Rifan.

Akibat pemukulan yang dialami korban pada bagian wajah dan badannya, korban mengalami luka hingga mendapatkan penanganan medis. Petugas medis mengobat luka korban akibat pemukulan dan korban tidak melakukan perlawanan.

“Kalau tidak salah lukanya pada bagian pelipis, sempat berdarah makanya dipanggil petugas medis,” pungkas Rifan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya