Israel Gelontorkan USD 200 Juta untuk Amunisi Pesawat Tempur

Sejak Oktober 2023, Israel terlibat dalam konflik di beberapa wilayah sekaligus, yaitu Gaza, Lebanon, Iran, dan Suriah.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 25 April 2026, 09:09 WIB
Dengan menggunakan 50 jet tempur, serangan Israel menghantam 100 target dalam waktu hanya 10 menit. Tampak dalam foto, para pekerja pertahanan sipil Lebanon dan sebuah ekskavator membersihkan puing-puing di lokasi bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel sehari sebelumnya di pusat kota Beirut, Lebanon, Kamis 9 April 2026. (AP Photo/Hassan Ammar)

Liputan6.com, Tel Aviv - Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah memesan amunisi pesawat tempur dari Elbit Systems, dengan pengiriman yang akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menjelaskan bahwa Direktorat Pengadaan Pertahanan telah melakukan pemesanan berbagai jenis amunisi dari Elbit Systems dengan nilai sekitar USD 200 juta atau sekitar Rp3,45 triliun.

Menurut kementerian, kesepakatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi pertempuran dalam waktu dekat, sekaligus menghadapi tantangan keamanan yang diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Mengutip laporan TRT, produksi amunisi tersebut akan dilakukan di berbagai fasilitas milik Elbit Systems yang tersebar di seluruh Israel.

"Kami terus memperkuat kemandirian persenjataan Israel," ujar Menteri Pertahanan Israel Katz terkait kesepakatan tersebut.

Ia menambahkan, "IDF (militer) harus memiliki kemampuan setiap saat untuk bertindak dengan kekuatan, kecepatan, dan tanpa bergantung pada pihak luar."

Saat ini, Israel sedang menjalankan gencatan senjata selama 10 hari dengan Lebanon. Gencatan senjata tersebut diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu dan pada Kamis (23/4/2026), ia mengumumkan perpanjangan selama tiga pekan.

Perang Iran tengah sedikit mereda di tengah gencatan senjata tanpa tenggat waktu yang diumumkan Trump, namun eskalasi militer signifikan masih menghantui. 

Adapun gencatan senjata di Gaza telah berlangsung sejak Oktober 2025, meskipun masih terjadi pelanggaran yang terus berlanjut oleh pihak Israel. Terkait Suriah, agresi Israel dilaporkan terus berlanjut. 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya