Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah analis keuangan ternama mulai menunjukkan pandangan yang semakin optimistis terhadap masa depan Bitcoin. Salah satunya datang dari trader veteran Peter Brandt yang memproyeksikan harga aset kripto terbesar di dunia itu berpotensi melonjak hingga USD 500.000 dalam beberapa tahun ke depan.
Dikutip dari U.Today, Jumat (24/4/2026), Brandt mendasarkan proyeksinya pada pola siklus historis Bitcoin yang dinilai konsisten selama lebih dari 15 tahun terakhir. Ia menilai pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola berulang yang dapat dijadikan acuan untuk memprediksi tren jangka panjang.
Advertisement
Menurut Brandt, jika pola tersebut kembali terulang, maka Bitcoin berpotensi mencapai titik terendah yang menarik untuk investasi (investable low) pada periode September atau Oktober 2026.
Namun, ia mengingatkan bahwa level terendah tersebut belum tentu akan menembus titik bottom sebelumnya yang sempat terjadi pada Februari 2026. Setelah fase tersebut terbentuk, Bitcoin diperkirakan akan memasuki tren kenaikan besar berikutnya.
Dalam skenario tersebut, Brandt memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai puncak makro baru di kisaran USD 300.000 hingga USD 500.000 pada September atau Oktober 2029.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Sinyal Kenaikan Bitcoin Menguat, Didukung Investor Institusi dan Whale
Optimisme terhadap Bitcoin juga diperkuat oleh pandangan analis lain. Direktur global macro di Fidelity, Jurrien Timmer, menilai bahwa pemulihan harga Bitcoin dari level USD 60.033 ke USD 78.344 bukan sekadar pola “bear flag”.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Bitcoin tengah membangun fondasi besar untuk memulai gelombang kenaikan signifikan berikutnya. Menurut Timmer, pergerakan ini didorong oleh rotasi modal dari investor institusi.
Ia juga mencatat bahwa arus dana pada produk Exchange Traded Product (ETP) terkait kripto baru-baru ini menunjukkan perubahan positif, yang menjadi sinyal meningkatnya minat investor besar.
Dari sisi data on-chain, tren akumulasi juga terlihat jelas. Investor besar (whales) maupun investor ritel tercatat aktif membeli Bitcoin ketika harga berada di sekitar USD 78.300, dengan kenaikan sekitar 15% sepanjang April.
Dompet kripto yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 BTC dilaporkan menambah total 40.967 BTC ke dalam kepemilikan mereka, menunjukkan keyakinan kuat terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.