Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam stabil pada perdagangan Jumat, (24/4/2026). Harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.805.000 per gram.
Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam ini sama pada perdagangan kemarin yang dipatok Rp 2.805.000 per gram.
Advertisement
Demikian juga dengan harga buyback emas Antam ikut stagnan. Harga buyback emas Antam stabil di 2.610.000.
Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.610.000 gram.
Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas Antam hari ini Jumat, 24 April 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.452.500
- Harga emas 1 gram: Rp 2.805.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.560.000
- Harga emas 3 gram: Rp 8.322.000
- Harga emas 5 gram: Rp 13.840.000
- Harga emas 10 gram: Rp 27.600.000
- Harga emas 25 gram: Rp 68.835.000
- Harga emas 50 gram: Rp 137.505.000
- Harga emas 100 gram: Rp 274.860.000
- Harga emas 250 gram: Rp 686.840.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.373.400.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.745.600.000.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia merosot pada Kamis, 23 April 2026. Koreksi harga emas dunia terjadi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi. Hal ini seiring investor mencoba menilai arah konflik dari pembicaraan AS-Iran yang terhenti.
Mengutip CNBC, Jumat (24/4/2026), harga emas spot turun 0,6% menjadi USD 4.706,49 per ounce. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni merosot 0,6% menjadi USD 4.727.
Adapun dolar AS menguat, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu. Hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
“Emas terus mengikuti pergerakan pasar minyak, dengan kenaikan biaya energi yang membuat risiko penguatan dolar AS dalam jangka pendek dan inflasi tinggi tetap menjadi fokus,” ujar Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen.
Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz saat memperketat cengkeramannya di jalur air strategis tersebut setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia menghentikan serangan tanpa batas waktu, tanpa tanda-tanda dimulainya kembali pembicaraan perdamaian.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Para pejabat Iran tidak mengatakan mereka telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata, menuduh Washington melanggarnya dengan mempertahankan blokade perdagangan Iran melalui laut.
Harga minyak mentah Brent naik di atas $100 per barel karena pembicaraan perdamaian yang terhenti dan karena kedua negara mempertahankan pembatasan mereka terhadap arus perdagangan melalui selat tersebut.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi, meningkatkan kemungkinan suku bunga tetap tinggi. Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas batangan karena tidak menawarkan imbal hasil.
Sementara itu, jajak pendapat Reuters terhadap ekonom menunjukkan Federal Reserve AS kemungkinan akan menunggu setidaknya enam bulan sebelum memangkas suku bunga tahun ini karena guncangan energi akibat perang kembali memicu inflasi yang sudah tinggi.
“Konsolidasi saat ini tampaknya lebih merupakan jeda yang didorong oleh ketidakpastian suku bunga daripada pergeseran struktural, dan kami tetap berpendapat bahwa emas kemungkinan akan mencapai rekor tertinggi baru akhir tahun ini atau awal tahun 2027,” Hansen menambahkan.