Astra Menambah Belanja Modal jadi Rp 36 Triliun pada 2026, Buat Apa Saja?

PT Astra International Tbk (ASII) menambah belanja modal 10% pada 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 23 April 2026, 19:00 WIB
Direktur ASII, Hsu Hai Yeh saat Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST), di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 36 triliun untuk 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan realisasi capex tahun sebelumnya.

Direktur ASII, Hsu Hai Yeh, mengungkapkan alokasi tersebut naik sekitar 10% dari capex 2025 yang tercatat sebesar Rp 32 triliun. Pada periode lalu, sebagian besar investasi perusahaan difokuskan pada sektor alat berat serta pertambangan yang menjadi salah satu penopang utama bisnis perseroan.

"Pada tahun 2026, kami berencana untuk meningkatkan alokasi investasi sekitar 10% menjadi sekitar Rp 36 triliun. Alokasi modal yang lebih rinci termasuk fokus investasi akan disampaikan setelah proses strategic review selesai" kata Hsu saat Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST), di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Memasuki 2026, Astra menggeser pendekatan dengan menitikberatkan penggunaan capex untuk kebutuhan pemeliharaan (maintenance) serta pengembangan di sejumlah sektor strategis. Namun demikian, perusahaan tetap memperhitungkan kondisi operasional, situasi ekonomi, serta potensi peluang bisnis yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy, mengatakan dalam RUPST 2026 menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp 32,7 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. 

“Menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 32.768.787.786.564,” ujar Rudy.

Rudy mengatakan, sebagian laba akan dibagikan sebagai dividen tunai. Dalam keputusan RUPST, Astra menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 390 per saham atau dengan total maksimal mencapai Rp 15,66 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025.

“Sebesar Rp390,- setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15.668.846.832.200,- dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98,- per saham atau sebesar Rp 3.967.388.207.720 yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” ujarnya.

 

 

 

 

Sisa Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (ASII), di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Sementara, untuk sisa dividen sebesar Rp 292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026. Pembayaran ini diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB sebagai recording date.

"Sisanya sebesar Rp 292,- per saham akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2026 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB Recording Date Dividen,” ujar Rudy.

Perseroan juga menyampaikan, total dividen yang dibagikan dapat berubah tergantung jumlah saham yang berhak menerima dividen. Hal ini seiring dengan program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berlangsung.

 

Chatib Basri jadi Komisaris Independen

Ekonom senior yang juga mantan menteri keuangan Periode 2013-2014 Chatib Basri. (Tira/Liputan6.com)

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri sebagai komisaris independen dalam jajaran terbaru perseroan.

Penunjukan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 Astra International, pada Kamis, 23 April 2026.

Selain Chatib Basri, Astra juga mengangkat Pariya Tangtongpairoth sebagai komisaris independen baru. Dengan demikian, terdapat dua tambahan komisaris independen dalam struktur terbaru perseroan.

“Kita juga ada 2 komisaris baru, 2 komisaris Independen baru. Satu ada Pak Muhamad Chatib Basri ini gak perlu jelaskan lagi, mungkin semua sudah tahu. Dan satu lagi ada Ibu Pariya Tangtongpairoth,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy, saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST), di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rudy menjelaskan, kedua nama tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Pengalaman dan rekam jejak mereka dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan.

“Jadi, itu ada tujuannya untuk lebih memperkuat tata kelola perusahaan,” ujarnya.

Rudy menambahkan, penguatan struktur komisaris diharapkan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Astra menargetkan dapat terus mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Sehingga Astra bisa berkinerja lebih baik juga ke depannya, serta tetap bertumbuh ke masa depan,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya