35 Anggota Satpol PP DKI Jakarta Meninggal Dalam Setahun, Ini Penyebabnya

Banyak anggota Satpol PP harus bekerja dalam durasi yang sangat panjang, bahkan hingga 36 jam.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 23 April 2026, 15:22 WIB
Petugas Satpol PP berbaris saat mengikuti apel Operasi Lilin Jaya 2020 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (21/12/2020). Operasi Lilin dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 35 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta meninggal dunia dalam kurun hampir satu tahun terakhir. Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan.

Menurut Satriadi, tingginya angka tersebut disebabkan berat beban kerja di lapangan, serta minimnya sarana dan prasarana pendukung bagi personel.

“Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Jadi, sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal. Bukan karena kasatnya, tapi karena memang kondisionalnya, yang beban kerja dan sarana prasarananya yang luar biasa,” tutur Satriadi di Jakarta, Kamis (23/4/2026), seperti dilansir dari Antara.

Dalam rapat bersama Komisi A DPRD di Gedung DPRD DKI Jakarta, dia juga memaparkan jumlah personel Satpol PP di tingkat kelurahan yang masih sangat terbatas, yakni sekitar tujuh hingga 10 orang. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan tugas yang harus dijalankan, mulai dari pengawasan hingga penertiban wilayah.

Akibatnya, banyak anggota harus bekerja dalam durasi yang sangat panjang, bahkan hingga 36 jam.

Selain itu, Satriadi juga menyampaikan kepada para legislator terkait fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat yang masih minim. Padahal, anggota Satpol PP harus berjaga selama 24 jam di kantor kelurahan.

Sebab itu, saat ini banyak anggota Satpol PP yang terpaksa beristirahat di musala atau lorong kantor karena tidak tersedia ruang istirahat yang memadai. Kondisi itu pula yang dinilai berdampak terhadap kesehatan dan stamina petugas.

 

Alami Darah Tinggi

Satpol PP DKI Jakarta melakukan apel kegiatan pengawasan dan penertiban tempat usaha hiburan dan rekreasi bersama Tim Terpadu dalam rangka menjaga ketertiban umum selama Ramadhan dan Idul Fitri, di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Akibat kelelahan, sambung Satriadi, banyak anggota yang akhirnya mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masing-masing personel.

“Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua. Makanya, kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia pun berharap agar DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi A, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana serta pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi bagi anggota Satpol PP.

“Kami berharap ada dukungan untuk fasilitas, terutama tempat istirahat, agar anggota bisa menjaga kesehatan dan bekerja lebih optimal,” Satriadi menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya