John Terry Khawatir Masa Depan Chelsea Usai Pemecatan Liam Rosenior

John Terry mengungkapkan kekhawatiran terhadap masa depan Chelsea setelah pemecatan Liam Rosenior. Situasi klub dinilai tidak jelas dan penuh tekanan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 23 April 2026, 10:05 WIB
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup melawan Arsenal di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - John Terry menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi Chelsea saat ini. Legenda klub itu menilai situasi The Blues semakin tidak menentu usai pemecatan Liam Rosenior.

Rosenior sendiri hanya bertahan selama 106 hari sebagai pelatih kepala Chelsea. Ia dipecat setelah serangkaian hasil buruk yang membuat performa tim terus menurun.

Chelsea kini kembali tanpa manajer untuk kedua kalinya dalam satu musim. Situasi ini semakin mempertegas ketidakstabilan yang tengah dialami klub asal London tersebut.

Hasil buruk terakhir berupa kekalahan 0-3 dari Brighton semakin memperparah kondisi tim. Chelsea bahkan mencatat lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak gol untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad.


Kekhawatiran Terhadap Arah Klub

Kiper Chelsea, Robert Sanchez (kedua dari kanan), melakukan penyelamatan di depan pemain Bournemouth, Evanilson (9), pada laga Premier League/Liga Inggris antara Chelsea vs Bournemouth di London, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Chelsea kini menghadapi ketidakpastian besar terkait arah klub ke depan. Pergantian pelatih yang terlalu cepat memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk mantan pemainnya.

Dalam kondisi seperti ini, stabilitas menjadi hal yang sulit didapat. Terlebih, belum ada kejelasan kapan klub akan menunjuk pelatih baru untuk memimpin tim.

"Saya duduk di sini malam ini dengan rasa khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan klub sepak bola kami," ujar Terry.

"Melihat kami membutuhkan manajer setelah akhir pekan, saya tidak yakin kapan pemilik akan mengambil keputusan dan membawa pelatih baru," lanjut Terry.


Tantangan Besar Mendatangkan Pelatih Top

Bek Chelsea, Marc Cucurella dan Enzo Fernandez merayakan gol ke gawang West Ham di pekan 2 Liga Inggris, Sabtu 23 Agustus 2025. (c) AP Photo/Dave Shopland

Situasi Chelsea saat ini dinilai tidak menarik bagi pelatih papan atas. Kondisi finansial dan ketidakpastian skuad menjadi faktor penghambat.

Selain itu, kemungkinan harus menjual pemain penting juga menjadi masalah tersendiri. Hal ini membuat prospek jangka pendek klub terlihat kurang menjanjikan.

"Apakah pelatih top benar-benar akan datang ke Chelsea saat ini dengan kondisi seperti ini?" kata Terry.

"Kami tidak bisa membeli pemain, tampaknya harus menjual, bahkan mungkin pemain terbaik kami, dan itu selalu sulit," tegas Terry.


Kekhawatiran soal kompetisi Eropa

Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Liga Inggris 2024-2025 di Stadion Stamford Bridge, Senin (20/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Chelsea juga terancam tidak tampil di kompetisi Eropa musim depan. Hal ini menjadi pukulan besar bagi klub dengan sejarah panjang di level kontinental.

Kondisi tersebut menambah tekanan baik dari sisi manajemen maupun suporter. Ekspektasi tinggi yang tidak terpenuhi memicu rasa frustrasi di kalangan pendukung.

"Kami tidak akan bermain di kompetisi Eropa, saya berharap saya salah," ucap Terry.

"Saya benar-benar frustrasi dan yang terpenting khawatir. Saya merasakan kemarahan dan frustrasi para pendukung Chelsea," tambah Terry.


Fokus Pemain di Tengah Ketidakpastian

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Di tengah situasi sulit, para pemain diminta tetap fokus pada pertandingan. Mengabaikan gangguan eksternal dianggap penting untuk menjaga performa di lapangan.

Chelsea akan menghadapi laga penting di semifinal Piala FA melawan Leeds. Pertandingan tersebut menjadi peluang untuk memperbaiki situasi.

"Saya telah melihat 17 manajer datang dan pergi selama saya menjadi kapten Chelsea," kata Terry.

"Apa yang harus dilakukan para pemain adalah bersatu, fokus pada pertandingan akhir pekan, melupakan semua kebisingan, dan fokus pada laga melawan Leeds," tutup Terry.

Sumber: Independent


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya