Dari Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Urban Farming BRInita

BRI dorong pemberdayaan perempuan lewat program urban farming BRInita yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan lingkungan berkelanjutan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 23 April 2026, 08:58 WIB
BRI dukung pemberdayaan perempuan melalui Program BRInita. Foto: BRI

Liputan6.com, Jakarta - Peran perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi terus menunjukkan peningkatan signifikan. Tak hanya di lingkup keluarga, perempuan kini menjadi motor penggerak dalam pembangunan masyarakat hingga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Melihat potensi tersebut, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menghadirkan berbagai inisiatif pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan melalui Program BRInita (BRI Bertani di Kota), yang dirancang untuk mendorong perempuan agar lebih aktif, produktif, dan mandiri secara ekonomi.

Urban Farming Jadi Solusi Lahan Terbatas

BRI dukung pemberdayaan perempuan melalui Program BRInita. Foto: BRI

Dalam implementasinya, program BRInita menghadirkan bantuan berupa pembangunan sarana urban farming seperti greenhouse atau rumah tanaman. Fasilitas ini mendukung tiga metode budidaya, yakni vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Metode vertikultur memanfaatkan ruang sempit dengan teknik tanam bertingkat menggunakan paralon atau botol. Sementara hidroponik memungkinkan budidaya tanaman tanpa tanah, mengandalkan air dan nutrisi sebagai media utama. Adapun wall gardening memanfaatkan dinding sebagai media tanam secara vertikal.

Ketiga metode tersebut membuka peluang pengembangan tanaman hortikultura bernilai ekonomi, mulai dari sayuran, buah, bunga hingga tanaman obat keluarga. Tak berhenti pada penyediaan fasilitas, BRI Peduli juga memberikan pembinaan berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan melibatkan tenaga ahli dan instansi terkait, serta melakukan monitoring untuk pengembangan hasil yang lebih optimal.

Dampak Nyata untuk Ekonomi dan Lingkungan

BRI dukung pemberdayaan perempuan melalui Program BRInita. Foto: BRI

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRInita merupakan sebuah inisiatif yang berfokus pada pengelolaan kebun di perkotaan yang bertujuan mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas melalui pendampingan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya pangan produktif, serta pengelolaan hasil panen bernilai tambah.

Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI yang tidak hanya mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, dan inovatif melalui kegiatan urban farming, tetapi juga mendukung kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, khususnya lingkungan yang padat penduduk.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat dalam program BRInita.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

“Ini menjadi wadah positif, terutama beberapa pelatihan dan program pemberdayaan di dalamnya yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan kaum perempuan” ujar Dhanny.

Dhanny juga menambahkan, Program BRInita menjadi wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern, sejalan dengan nilai perjuangan R.A Kartini. Melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif, program ini tidak hanya mendorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya